Lanjutan dari konten doomscrolling, aku mau buat rekomendasi kegiatan supaya gak scrolling terus. Minggu kemarin ada beberapa hal yang aku lakukan untuk mengurangi scroll😁😁.
... Baca selengkapnyaSalah satu cara paling ampuh buat berhenti scrolling tanpa sadar itu menurutku: ganti kebiasaan, bukan cuma niat doang. Minggu kemarin aku sengaja bikin list kegiatan pengganti, biar tangan nggak otomatis buka sosmed.
Pertama, aku lagi suka banget nonton dokumenter, salah satunya "Love Con Revenge" di Netflix. Buatku, nonton yang model begini jauh lebih kerasa "berisi" dibanding sekadar nyimak drama di TikTok. Dokumenter ini bahas soal penipuan cinta dan gimana orang bisa terjebak dalam hubungan yang dimanipulasi. Setelah nonton, aku jadi lebih hati‑hati sama hubungan online dan jadi mikir ulang soal kejujuran di era digital. Tipsku: sebelum nonton, matikan notifikasi HP dan taruh agak jauh, jadi fokusnya cuma ke film, bukan ke scrolling.
Kedua, aku coba lebih sering bantu di rumah. Di fotoku ada tempe mentah yang lagi siap olahan. Bantu mak bikin atau ngolah tempe ternyata lumayan seru, karena bikin tangan sibuk dan ada rasa puas lihat hasilnya. Misalnya, kamu bisa coba bikin tempe mendoan, tempe bacem, atau eksperimen resep baru. Proses motong, ngulek bumbu, sampai goreng itu bikin waktu jalan tanpa terasa, dan bonusnya: ada camilan enak buat teman nonton atau baca.
Aku juga lagi usaha balik ke kebiasaan baca buku. Di foto ada buku "1984" yang aku baca ditemani kucing oranye putih yang lagi tidur pulas. Biar nggak kaget, aku biasanya target tipis dulu: 10–15 halaman per hari. Trik lain, aku set aturan kecil: sebelum boleh buka sosmed, minimal baca satu bab dulu. Lama‑lama otak kebiasa menikmati cerita panjang lagi, bukan cuma konten 15 detik.
Supaya nggak kejebak doomscrolling di YouTube, aku mulai lebih selektif milih video. Bukannya klik apa pun yang direkomendasikan, aku cari topik yang bisa bikin mikir, misalnya soal consumerism, budaya influencer, atau self‑improvement. Video seperti "consumerism is rotting your brain" atau "Influencer Culture is OUT OF CONTROL!" bikin aku refleksi: selama ini aku beneran butuh konten dan barang‑barang yang aku konsumsi, atau cuma ikut arus aja? Setelah nonton yang begini, rasanya lebih puas daripada sekadar nonton drama nggak kelar‑kelar.
Intinya, pindahin fokus dari konsumsi pasif (scrolling tanpa sadar) ke aktivitas yang lebih aktif: nonton dokumenter dengan tujuan, bantu di dapur, baca buku, ngobrol sama keluarga, atau main sama peliharaan. Nggak harus langsung ekstrem berhenti main sosmed, tapi pelan‑pelan kasih diri kamu pilihan lain yang lebih bikin hidup kerasa "nyata" dan nggak habis di layar doang.