Rasanya bukan yang gurih ‘nendang micin’, tapi lebih deep dan natural. Ternyata aku emang nggak butuh yang heboh-heboh. Yang penting clean ingredients & rasanya dapet. #purakaldu#TipsLemon8#ResepHariIni
3/5 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSejak niat masak lebih sehat di rumah, aku mulai perhatiin banget soal kaldu yang kupakai. Dulu jujur aku tipe yang penting makanan gurih dan enak, nggak kepikiran sama sekali soal ekstrak daging, kaldu putih, apalagi cek komposisi satu-satu di kemasan. Tapi makin sering baca pengalaman orang, aku mulai kepo: sebenarnya apa aja sih yang kita konsumsi tiap hari dari bumbu instan?
Waktu ketemu Pura The Purest ini, hal pertama yang bikin aku tertarik adalah klaim tanpa tambahan gula dan tanpa MSG. Jadi aku bener-bener cek di belakang kemasan, khususnya komposisi pura kaldu sapi dan varian lainnya. Di kaldu sapi, komposisinya ekstrak daging sapi, garam laut, bawang bombay, bawang putih, lada, dan ekstrak ragi. Nggak ada pengawet atau bahan tambahan yang aneh-aneh. Buat aku yang suka masakan rumahan kayak sop bening, tumisan simple, sampai balado, kaldu sapi ini enak banget buat jadi base rasa gurih.
Kaldu ayamnya juga menarik, karena pakai ekstrak daging ayam kampung, bukan ayam biasa. Komposisinya mirip: ekstrak daging ayam kampung, garam laut, bawang bombay, bawang putih, lada, dan ekstrak ragi. Ini cocok banget kalau kamu biasa bikin kaldu putih untuk bubur bayi, sup ayam bening, atau sayur bening buat keluarga yang lagi jaga makan. Rasanya nggak "nendang micin", tapi gurihnya lebih deep dan natural.
Buat yang cari alternatif tanpa hewani, ada juga kaldu jamur yang sudah jelas berlabel vegan. Isi bahannya garam laut, ekstrak ragi, ekstrak jamur, bawang putih, pala, bawang bombay, kemiri, dan lada. Ini bisa banget jadi pengganti kaldu bawang putih instan yang biasanya campur MSG. Aku sering pakai kaldu jamur ini buat tumis sayur hijau atau capcay, rasanya tetap gurih walau tanpa ekstrak daging sama sekali.
Kalau kamu suka seafood, varian kaldu ikan salmon juga menarik. Komposisinya ekstrak ikan salmon, ekstrak ikan teri, garam laut, bawang bombay, ekstrak ragi, dan lada. Ini enak dipakai buat sup ikan, pasta creamy seafood, atau cuma sekadar kuah bening pakai tahu dan sayur.
Cara pakainya simple: biasanya aku pakai sekitar 1 sendok teh untuk 500–700 ml air, lalu tinggal disesuaikan sama selera. Buat yang sensitif sama rasa asin, mulai dari sedikit dulu ya, karena ada garam laut di dalam komposisinya. Teksturnya mirip kaldu bubuk pada umumnya, jadi gampang larut dan praktis dipakai sehari-hari.
Buat kamu yang lagi cari opsi kaldu putih yang lebih "clean" untuk menu keluarga, bayi MPASI, atau cuma mau pelan-pelan mengurangi MSG tambahan, cek bagian komposisi di kemasan seperti yang aku lakukan di Pura The Purest ini. Menurutku worth it banget buat dibeli kalau kamu tipe yang pengin rasa gurih natural, bukan yang heboh dan bikin haus setelah makan.
Satu tips dari aku: simpan kaldu di tempat kering dan tertutup rapat, dan biasakan baca dulu label komposisi pura kaldu sapi, ayam, jamur, atau salmon sebelum beli. Dari situ kelihatan jelas mana produk yang benar-benar simple ingredients, mana yang masih banyak tambahan lain. Dengan langkah kecil kayak gini, masak sehat di 2026 jadi lebih realistis dan nggak bikin pusing.