Trauma in a book 📖💔

POV: kamu cuma niat baca santai, tapi malah dihancurin pelan-pelan 🥲📖

Review A List of Cages by Robin Roe

Ini tuh bukan sekadar novel. Satu halaman bikin kamu nangis, halaman berikutnya kasih sedikit harapan biar kamu tetap lanjut baca.

Ceritanya tentang Adam & Julian, dua remaja yang dulu pernah jadi saudara angkat. Adam hidup dengan ADHD dan dunia yang cukup stabil. Julian? hidupnya jauh dari kata aman.

Setelah kehilangan orang tuanya, Julian harus tinggal sama pamannya yang kejam. Bukan cuma keras, tapi sampai menyakitkan, fisik dan mental. Dan yang paling bikin nyesek, dia ngelewatin semuanya sendirian.

Sampai akhirnya Adam masuk lagi ke hidupnya.

Dari sini kamu bakal lihat: gimana rasanya menyimpan luka sendirian, gimana rasanya pengen ditolong tapi gak tahu caranya, dan gimana satu orang yang peduli bisa jadi “penyelamat” tanpa harus jadi sempurna.

Novel ini ngajarin satu hal penting: kadang, kamu gak perlu jadi superhero buat nolong seseorang. cukup ada dan peduli, itu udah berarti banget

Siap-siap: 💔 nangis dan overthinking

tapi di akhir, kamu bakal percaya lagi kalau harapan itu masih ada.

#ReviewJujur #novel #ngontenbareng

4/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMembaca novel seperti A List of Cages memberi pengalaman yang berbeda bagi saya. Novel ini bukan sekadar bacaan ringan, tapi benar-benar menyentuh sisi emosional dan psikologis pembaca. Cerita tentang Adam yang memiliki ADHD dan Julian yang menghadapi kekerasan fisik dan mental dari pamannya membuka mata saya tentang betapa besarnya perjuangan anak-anak yang tersembunyi di balik senyum mereka. Hal yang paling saya hargai adalah bagaimana novel ini menggambarkan pentingnya kehadiran seseorang yang peduli, meskipun tidak sempurna. Dalam kehidupan nyata, saya juga pernah melihat teman yang mengalami kesulitan besar, dan ternyata hanya dengan ada di samping mereka, memberi dukungan tanpa harus menjadi pahlawan, sudah sangat berarti. Selain cerita yang kuat, penulis Robin Roe juga berhasil membangun suasana yang membuat pembaca merasa ikut merasakan luka dan harapan. Setiap halaman memberikan emosi yang naik turun, menyayat hati sekaligus memberi dorongan untuk terus percaya akan kemungkinan hari esok yang lebih baik. Saya merasa pengalaman membaca novel ini seperti perjalanan panjang yang mengajarkan saya arti empati dan betapa pentingnya dukungan sosial dalam proses penyembuhan trauma. Bagi yang sedang mengalami atau mengetahui orang dengan luka batin, A List of Cages sangat direkomendasikan karena ceritanya tidak hanya menyentuh tetapi juga memberi kekuatan untuk bangkit. Dari sisi karya, novel ini juga membuka wawasan tentang ADHD, sebuah kondisi yang sering disalahpahami, sekaligus memperlihatkan bagaimana trauma masa kecil dapat memengaruhi hidup seseorang, namun harapan dan perhatian dapat mengubah jalan hidup mereka. Cerita ini mengingatkan saya, bahwa kadang, kita tidak perlu melakukan hal besar, cukup hadir dan peduli sudah sangat berarti dalam hidup orang lain.