Menjelang Natal kemarin dilingkungan rumah #AkuPernah ikut kegiatan bungkus kado untuk pemenangan dan… serius deh, ternyata bisa hemat banget bahkan hampir 0 rupiah kalau tahu cara ngakalinnya 😂🎁
Biasanya kita mikir bungkus kado itu ribet, harus beli kertas mahal, pita lucu, dan perintilan lain…
#TipsDariUmurKu Padahal sebenernya bisa super murah cuma modal kreativitas doang 👇
✨ Pakai ulang kertas kraft/koran cantik
✨ Pita dari bekas hampers
✨ Stiker DIY dari kertas HVS
✨ Kotak bekas skincare pun bisa jadi aesthetic banget
... Baca selengkapnyaSelain menggunakan kertas kraft dan koran sebagai pembungkus utama, saya juga sering memanfaatkan sarung tenun lama untuk menambah sentuhan tradisional yang unik pada bungkus kado saya. Sarung ini tidak hanya kuat tetapi juga menghadirkan nilai estetika tersendiri, membuat kado terlihat istimewa tanpa harus membeli bahan baru.
Untuk hiasannya, jangan bingung jika tidak punya pita baru. Bekas pita hampers yang sudah tidak terpakai bisa dikreasikan ulang dengan mengikatnya cantik di sekitar kado. Kalau ingin lebih personal, kamu bisa buat stiker DIY dari kertas HVS yang digambar tangan sendiri, menambahkan kesan unik dan personal pada bungkus kado.
Menggunakan kotak bekas skincare juga menjadikan bungkus kado lebih rapi dan menarik. Kotak tersebut dapat dipercantik dengan sentuhan kertas kraft atau pita bekas sehingga tidak terkesan ligit atau biasa saja.
Dengan cara-cara ini, saya merasakan bahwa membungkus kado natal tidak harus mengeluarkan biaya besar. Kreativitas dan kepekaan terhadap bahan di sekitar kita saja sudah cukup untuk menghasilkan bungkus kado yang aesthetic dan berkesan. Selain itu, cara ini juga mengajarkan kita untuk mengurangi sampah dan lebih peduli lingkungan. Kamu bisa mulai mengumpulkan bahan-bahan dari barang-barang bekas di rumah dan coba praktikkan ide ini tiap Natal tiba!