... Baca selengkapnyaPertama kali lihat Terrace Malang di sosmed, yang bikin penasaran justru karena banyak yang bilang tempat ini pernah didatangi Jefri Nichol. Pas sampai, tampilan depannya di malam hari memang lumayan standout, apalagi papan nama kafenya langsung kelihatan dari jalan. Lokasinya di Jl. Mayjen Panjaitan No.58 lantai 2, masih di area yang cukup rame dan gampang diakses.
Begitu naik ke atas dan masuk, vibe-nya terasa beda dari kafe kebanyakan. Interiornya niat banget: ada patung-patung dinosaurus besar berjajar di atas konter yang menyambut pengunjung. Kelihatan kalau konsepnya dipikirin, bukan cuma asal tempel dekor. Buat yang suka foto-foto, spot ini cakep banget jadi background, apalagi kalau ambil angle dari depan konter.
Selain dinosaurus, di area seating juga ada dekor karakter mirip Bearbrick, salah satunya yang temanya Boba Fett. Detail-detail kecil kayak gini bikin Terrace Malang terasa lebih playful dan nggak kaku. Menurutku ini nilai plus kalau kamu tipe orang yang suka nongkrong di tempat yang estetik tapi tetap nyaman.
Soal area duduk, mereka punya indoor dan outdoor. Indoor-nya lebih cocok buat kamu yang pengin nugas atau kerja, karena kursi dan mejanya modern dan cukup proper buat buka laptop. Pencahayaannya juga enak, nggak terlalu remang. Outdoor-nya luas, berasa lega kalau malam karena anginnya sepoi-sepoi dan enak buat ngobrol ramean. Kalau kamu datang pas golden hour sampai malam, suasananya makin kerasa cozy karena lampu-lampunya mulai nyala.
Untuk menu Terrace Malang, pilihannya lumayan beragam. Di kunjungan kemarin aku cobain minuman Choco Pistachio. Secara tampilan, lapisan hijau di bagian bawah kelihatan menarik. Rasanya unik, ada perpaduan cokelat yang manis tapi nggak lebay, dengan pistachio yang cukup kuat. Kalau kamu bosan sama minuman cokelat biasa, ini bisa jadi opsi yang menarik.
Snack-nya aku sempet coba churros cokelat. Disajikan dalam kotak kertas dengan taburan bubuk cokelat dan saus celup cokelat lagi di sampingnya. Porsinya menurutku cukup banyak buat sharing berdua, teksturnya juga nggak keras. Kalau baru keluar dan masih hangat, ini nagih banget buat dicemilin sambil ngobrol santai.
Dari segi harga, kisaran menu di Terrace Malang masih ramah kantong untuk ukuran kafe hits di kota ini. Camilan start sekitar belasan ribu dan minuman juga mirip, jadi masih aman buat anak kuliahan yang pengin nongkrong tapi tetap hemat. Kalau kamu mau lebih pasti, mending cek dulu menu Terrace Malang terbaru di akun resmi mereka atau tag lokasi di Instagram/TikTok, karena harga bisa aja berubah.
Menurutku Terrace Malang cocok buat beberapa kebutuhan sekaligus: nongkrong santai bareng temen, tempat ngopi cantik buat foto-foto, sampai spot meeting ringan. Kalau kamu lagi cari "cafe di Malang" yang suasananya unik, interiornya niat, dan menu-nya nggak asal, Terrace Cafe Malang/terrace.mlg ini wajib kamu masukin ke list. Siapa tau pas kamu datang, bisa ngerasain vibe yang sama atau malah nemu menu favorit baru di sini.