POV: Non-Is ikut "BONCOS " pas musim lebaran!💸

Siapa nihh yang non muslim tapi ngerasa dompet ikut "berpuasa" pas deket lebaran? 🙋‍♀️Meskipun nggak ngerayain secara religi, tapi euforianya emang juara banget buat bikin khilaf dompet!

Dari undangan Bukber yang numpuk sampai gemess bikin hampers buat temen-temen. Kalau nggak di stop bisa -bisa saldo ATM ikut mudik duluan nih.😩

Ini 3 kebiasaan yg aku STOP biar terep bisa nikmati suasana Lebaran tanpa harus "kere" di akhir bulan :

1. Pilih-pilih Bukber : nggak semua ajakan di-iyakan. Prioritaskan yang lokasi paling dekat aja!

2. Budgeting Hampers : kasih apresiasi boleh tapi sesuaikan kemampuan ya!

3 Mix & Match : pakai baju yang ada , nggak harus baju yang baru kok.

Gimana kalau kalian ? Tim yang ikut boros atau tetep bisa ngerem nihh? Share di kolom komentar yuks! 👇🏼

#RamadhanGuide #Lebaran2026

#Tipslebaranhemat #lemon8indonesia

#Nonmuslimlyfe #Cerdasfinancial

3/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi sering sekali saya merasa kantong kering menjelang dan saat Lebaran, walau sebenarnya saya bukan peserta dari perayaan religius ini. Tapi euforia dan sosialiasi memang kuat, terutama ketika undangan bukber dan pertukaran hampers bermunculan. Saya belajar mengelola pengeluaran agar tetap bisa dapat suasana Lebaran tanpa harus stres mikirin saldo. Pertama, saya mulai pilih-pilih undangan bukber. Tidak harus menghadiri semua acara, terutama yang lokasinya jauh. Fokus pada undangan dari teman dekat atau yang lokasinya memungkinkan saya datang tanpa biaya besar. Dengan cara ini, saya bisa tetap bersosialisasi namun mengurangi biaya transportasi dan konsumsi. Kedua, saat memberikan hampers, saya batasi anggaran sesuai kemampuan. Saya memilih hampers yang sederhana tapi bermakna, seperti camilan atau kebutuhan sehari-hari, bukan barang mewah yang bikin kantong jebol. Saya menyiapkan hampers sendiri supaya bisa mengontrol biaya dan isinya sesuai kebutuhan. Ketiga, soal baju Lebaran, saya terbiasa mix & match pakaian yang sudah ada. Tidak membeli baju baru hanya karena tren, melainkan memadupadankan koleksi lama agar tetap tampil segar dan pantas. Ini bukan hanya menghemat, tapi juga mengurangi konsumsi berlebihan. Dengan menjalankan ketiga hal tersebut, saya bisa tetap merasakan vibes positif Lebaran tanpa harus mengorbankan keuangan pribadi. Strategi hemat seperti ini sangat berguna untuk siapa saja, khususnya non-muslim yang ikut merasakan euforia Lebaran. Kalau kamu gimana? Punya tips hemat Lebaran juga? Yuk saling berbagi di komentar!