... Baca selengkapnyaKarena ini postingan pertama aku di Lemon8, aku mau sekalian cerita lebih lengkap tentang perjalanan menyapih anak dan doa yang aku amalkan supaya anak tidak rewel.
Dulu aku sempat bingung, terutama soal menyapih di malam hari. Anak sudah kebiasaan menyusu untuk tidur, jadi kalau tiba‑tiba dihentikan suka nangis dan rewel. Akhirnya aku cari tahu doa menyapih anak secara Islam yang sering diamalkan para ibu.
Salah satu doa yang banyak dipakai (dilansir dari beberapa kajian dan tulisan ustaz) adalah membaca:
"Bismillāhir raḥmānir raḥīm. Allāhumma ihdihī wa yassir amrahū wa ṣabbirhu ‘anir riḍā‘ wa habbib ilayhil ṭa‘ām wasy syarāb."
Kurang lebih artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, berilah ia petunjuk, mudahkan urusannya, kuatkan dia untuk berhenti menyusu, dan jadikan ia menyukai makanan serta minuman (pengganti ASI)."
Aku biasanya membaca doa menyapih anak agar tidak rewel ini setiap kali mau menidurkan anak, sambil diusap lembut kepala dan punggungnya. Selain itu, aku juga membaca shalawat dan doa pendek seperti: "Ya Allah, lembutkan hati anakku, mudahkan ia berhenti menyusu tanpa rewel." Simpel, tapi terasa banget bikin hati lebih tenang.
Untuk anak perempuan dan anak laki‑laki sebenarnya doanya sama. Yang membedakan biasanya cara pendekatannya. Kalau anak perempuan, aku lebih sering ajak ngobrol pelan‑pelan, jelaskan kalau dia sudah besar dan boleh minum susu di gelas atau makan camilan favoritnya sebelum tidur. Sambil tetap baca doa menyapih anak perempuan agar tidak rewel secara konsisten setiap malam.
Sedangkan untuk anak laki‑laki, aku lebih banyak ajak main sebelum jam tidur supaya energinya tersalurkan. Setelah agak capek, baru diajak tidur tanpa menyusu. Di tahap ini doa menyapih anak laki‑laki agar tidak rewel benar‑benar aku jaga, dibaca pelan di dekat telinganya sambil dipeluk.
Beberapa tips yang menurutku membantu menyapih anak agar tidak rewel:
1. **Kurangi frekuensi menyusu pelan‑pelan**, jangan langsung berhenti total kalau anaknya sensitif.
2. **Alihkan perhatian** dengan bacaan buku, dongeng, atau pelukan ekstra.
3. **Konsisten dengan doa**. Doa menyapih anak menurut Islam itu bukan sekadar bacaan, tapi juga bentuk tawakal kita sebagai orang tua.
4. **Pilih waktu yang tepat** – kalau anak lagi sakit atau baru pindah rumah, biasanya lebih sulit menyapih.
Untuk malam hari, aku biasanya memperbanyak doa menyapih anak agar tidak rewel pada malam hari sebelum tidur, sambil niat kuat di hati untuk tidak kembali ke kebiasaan lama. Hari pertama dan kedua memang agak berat, tapi setelah itu anak mulai terbiasa.
Intinya, setiap ibu bisa punya versi doa yang berbeda, yang penting tetap meminta pada Allah agar anak dimudahkan berhenti menyusu dan tidak rewel. Semoga pengalaman singkat ini bisa membantu ibu‑ibu lain yang lagi galau di fase menyapih, dan semoga anak‑anak kita tumbuh sehat serta mandiri.