Yang Hilang, Biarlah Hilang
“Senja ini indah…
tapi rasanya tetap kosong,
karena tak ada lagi namamu
di dalam ceritaku.”#aestheticvideo #quotespuitis #lemon8id
Senja selalu membawa perasaan yang campur aduk: keindahan yang menyentuh sekaligus kesunyian yang terasa menyakitkan. Saya pernah mengalami masa ketika senja bukan hanya sekadar pemandangan alam, tapi juga menjadi simbol dari sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Rasanya seperti ada ruang kosong yang sulit diisi, apalagi ketika kenangan dan nama seseorang yang berarti sudah tidak hadir lagi dalam cerita saya. Namun, belajar menerima kehilangan adalah proses penting. Dalam perjalanan itu, saya menemukan bahwa membiarkan segala yang hilang tetap hilang adalah sebuah cara untuk menghormati perasaan dan diri sendiri. Menyimpan kenangan tanpa menahan diri pada kesedihan memungkinkan hati untuk perlahan pulih dan membuka ruang untuk hal-hal baru yang lebih bermakna. Membaca puisi dan kutipan seperti "Senja ini indah, tapi rasanya tetap kosong, karena tak ada lagi namamu di dalam ceritaku" membantu saya mengungkapkan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata sendiri. Ini juga memberikan rasa bahwa saya tidak sendirian dalam pengalaman ini. Saya juga mulai mencari kegiatan yang dapat mengisi waktu senja saya dengan kehadiran yang lebih positif, seperti berjalan santai, menulis jurnal, atau sekadar menyaksikan perubahan warna langit sebagai pengingat bahwa setiap hari membawa harapan baru. Bagi siapa pun yang merasakan kehampaan saat kehilangan, penting untuk menyadari bahwa rasa kehilangan adalah bagian dari hidup yang mengajarkan kita tentang pentingnya mencintai dan melepaskan. Biarkan senja menjadi momen untuk merenung, mengenang, dan juga menguatkan diri untuk melangkah lebih jauh.























