Gesture
Waah ternyata dari pupil mata sampe gerakan mengangkat bahu doang ada arti yang belum banyak orang tau ya (?)
#gesture #acceptwithadaptive #jendelatokobuku #tokobukuklaten #fyp
Pas baca buku berjudul "GESTURE: Mengungkap Makna Di Balik Bahasa Tubuh Orang Lain Dari Mikroekspresi & Makroekspresi", aku kaget banget karena hal sederhana kayak ukuran pupil mata ternyata bisa ngasih banyak informasi tentang perasaan seseorang. Secara singkat, pupil itu adalah bagian hitam di tengah mata yang bisa membesar dan mengecil. Ukuran pupil ini dipengaruhi cahaya, tapi juga bisa berubah karena faktor emosi dan kondisi tubuh. Dari yang aku baca, ada beberapa hal menarik tentang arti pupil: 1. Pupil membesar Kalau pupil membesar (terlihat lebih besar dari biasanya), itu sering dikaitkan dengan: - Ketertarikan: misalnya lagi ngomongin topik yang dia suka, atau lagi lihat orang yang dia tertarik. - Antusias/excited: lagi semangat, penasaran, atau fokus banget sama sesuatu. - Rangsangan emosional: bisa karena bahagia, kaget, bahkan takut. Aku pernah ngobrol sama temen soal hobi dia, dan aku baru ngeh, pupilnya beneran agak membesar pas dia lagi cerita bagian yang paling dia suka. Dulu aku ga ngeh, kirain cuma efek cahaya aja. 2. Pupil mengecil Sebaliknya, pupil mengecil bisa nunjukin: - Ketidaknyamanan: lagi ngerasa nggak enak, canggung, atau tertekan. - Penolakan: nggak suka sama topik pembicaraan atau situasi yang lagi dihadapin. - Konsentrasi tinggi: kadang orang yang lagi mikir keras atau baca tulisan kecil juga bisa kelihatan pupilmya mengecil. Aku ngerasa ini kejadian pas ngobrol hal sensitif. Kelihatan dia senyum, tapi pupilnya lebih kecil dan tatapannya agak menghindar. Setelah tau soal arti pupil, aku jadi lebih peka kalau orang ternyata nggak se-oke itu dengan topik yang lagi dibahas. 3. Ukuran pupil dan konteks Yang penting, arti pupil itu nggak bisa dilihat sendirian. Harus dilihat bareng ekspresi wajah dan bahasa tubuh lain. Makanya di buku gesture ini, pembahasan pupil selalu digandeng sama ekspresi lain, kayak alis, mulut, sampai gerakan tangan. Contohnya: - Pupil membesar + senyum tulus + tubuh condong ke depan: kemungkinan besar orang tersebut tertarik dan nyaman. - Pupil mengecil + senyum kaku + bahu sedikit mengangkat: bisa jadi dia bingung atau sebenarnya menolak, tapi nggak enak buat bilang langsung. 4. Kaitan dengan gerakan mengangkat bahu Di halaman lain buku ini juga dibahas soal gerakan mengangkat bahu. Ternyata shrug kecil yang sering kita lakuin itu biasanya berarti: - "Aku nggak tahu": ketidaktahuan, bingung, atau ragu. - "Nggak terlalu peduli": bisa jadi sinyal kalau dia nggak punya pendapat kuat. - Penolakan halus: kayak nolak ajakan atau ide, tapi tanpa bilang "nggak" secara langsung. Kalau digabung, misalnya orang diajak melakukan sesuatu, lalu dia angkat bahu pelan, pupil sedikit mengecil, dan senyumnya tipis, bisa jadi itu tanda dia sebenarnya kurang setuju atau nggak nyaman. Sejak tahu soal arti pupil dan gerakan kecil kayak angkat bahu, aku jadi lebih hati-hati baca bahasa tubuh orang lain. Bukan buat menghakimi, tapi lebih ke biar komunikasi lebih empatik. Kadang orang nggak enak ngomong jujur, tapi tubuhnya sudah kasih sinyal duluan. Kalau kamu tertarik sama bahasa tubuh, coba deh perhatiin ukuran pupil orang-orang di sekitarmu saat ngobrol. Tapi ingat, jangan langsung menyimpulkan cuma dari satu tanda. Lihat selalu konteks, cahaya ruangan, ekspresi lain, dan hubungan kalian juga. Dari situ, pelan-pelan kamu bakal lebih peka sama arti pupil, pupil mengecil, dan perubahan ukuran pupil pada orang lain.




mn