... Baca selengkapnyaAku dulu tipe orang yang kalau punya rencana baru, rasanya pengin banget cerita ke semua orang. Mulai dari target kerja, rencana bisnis kecil-kecilan, sampai goals pribadi. Tapi makin ke sini aku sadar, sering kali setelah diomongin ke mana-mana, justru rencananya nggak jalan. Dari situ aku mulai tertarik dengan konsep "sembunyikan rencanamu, rahasiakan rencanamu" yang dibahas di buku The Principles of Power.
Di buku itu dijelasin kenapa gerak diam-diam sering kali lebih efektif. Ketika kita terlalu banyak ngomong soal rencana, ada beberapa hal yang terjadi: tekanan makin besar, energi habis buat cerita ke orang, belum lagi komentar negatif yang bisa bikin kita ragu dengan diri sendiri. Padahal, energi itu lebih baik dipakai buat eksekusi.
Quote seperti "Rahasiakan rencanamu, perlihatkan pencapaianmu" kerasa banget relevan di dunia sekarang. Di era media sosial, kita gampang banget pengin update semua hal: proses, ide, rencana jangka panjang. Nggak salah sih, tapi ada beberapa rencana yang justru lebih aman kalau disimpan dulu sampai kita punya fondasi yang kuat. Misalnya, rencana pindah kerja, bangun usaha, atau langkah besar lain yang gampang banget kena omongan orang.
Di salah satu halaman, ada judul "Samarkan Tujuanmu" dan kutipan Seneca: "Godaan paling berbahaya adalah yang menyamar menjadi kebaikan." Ini ngena banget. Kadang kita merasa bercerita ke semua orang itu baik karena kelihatan terbuka dan jujur. Tapi tanpa sadar, itu bisa jadi godaan yang bikin kita terlena di rasa puas semu—merasa sudah "berproses" padahal baru sebatas wacana.
Pengalaman pribadiku, waktu aku mulai belajar menyamarkan tujuan, bukan berarti aku jadi tertutup sama sekali. Bedanya, aku pilih siapa yang benar-benar bisa dipercaya untuk diajak diskusi, dan mana hal yang cukup aku dan jurnal pribadi saja yang tahu. Dari situ aku merasa lebih fokus, lebih tenang, dan nggak terlalu terbebani ekspektasi orang lain.
Konsep menyembunyikan rencana ini bukan soal licik, tapi soal strategi. Kita tetap bisa punya niat baik, pengaruh positif, dan misi yang jelas, tapi cara jalannya nggak perlu selalu mencolok. Sama seperti yang diceritakan di The Scarlet Pimpernel dalam buku ini: kadang misi paling kuat justru yang berjalan di balik layar.
Kalau kamu lagi punya target besar, coba sesekali praktikkan: tulis rencanamu, simpan rapat-rapat, kerjakan pelan tapi konsisten. Biar orang lain tahunya dari hasilmu, bukan dari janji atau wacana. Dari situ baru kerasa bedanya, kenapa prinsip "rahasiakan rencanamu" bisa jadi salah satu kunci power dalam hidup sehari-hari.