JOSS
Sebagai pengguna motor harian yang sering banget kehujanan, jas hujan GMA jadi salah satu gear wajib yang selalu ada di bagasi. Awalnya aku pilih GMA karena banyak yang bilang bahannya tebal dan awet, cocok buat yang sering riding jauh atau dipakai tiap hari di kota besar dengan cuaca yang nggak menentu. Motor aku berplat B 3736 EUR, dipakai buat commute Jakarta yang terkenal macet dan sering hujan mendadak, jadi jas hujan emang nggak bisa asal pilih. Hal pertama yang paling kerasa dari jas hujan GMA itu soal bahan. Model yang aku pakai bahannya PVC yang agak tebal, jadi lumayan tahan angin dan hujan deras. Waktu hujan lebat, air nggak langsung tembus, cuma kalau dipakai terlalu lama kadang ada rembes sedikit di bagian jahitan kalau nggak dirawat. Penting banget buat cek jahitan dan lem sambungan, karena di bagian itu biasanya paling riskan bocor. Dari segi kenyamanan, jujur jas hujan GMA yang tebal ini agak gerah kalau dipakai riding pelan di kemacetan. Tapi kalau dipakai di jalan yang agak lancar, rasa gerahnya berkurang karena angin masih bisa lewat sedikit dari celah-celah. Kalau kamu punya motor kayak di komunitas #nouvozindonesia atau NMAX, jas hujan model setelan (atasan dan celana) GMA menurutku lebih aman dibanding model ponco. Setelan bikin air nggak gampang masuk ke sela jok dan bodi motor, sekaligus mengurangi risiko jas hujan nyangkut di rantai atau ban. Soal ukuran, jangan asal ambil ukuran yang pas badan kayak beli kaos. Untuk jas hujan GMA, aku biasanya ambil satu ukuran di atas ukuran baju harian. Misal biasanya pakai M, jas hujan pilih L, supaya masih muat kalau pakai jaket di dalam. Dengan motor gede seperti NMAX atau Nouvo, posisi riding agak santai dan kaki sedikit maju, jadi kalau celana jas hujan terlalu pendek, lutut bisa kena rembesan air. Jadi perhatiin panjang celana dan lengan juga. Yang nggak kalah penting adalah cara merawat jas hujan GMA. Setelah dipakai hujan-hujanan, jangan langsung dilipat dan dimasukin bagasi dalam keadaan basah. Biasakan digantung dulu sampai kering, baru dilipat. Kalau sering dilipat waktu masih basah, bahan bisa cepat getas dan lengket, apalagi yang PVC. Sesekali bersihin jas hujan dengan lap basah buat ngilangin noda lumpur atau oli, tapi jangan pakai deterjen keras karena bisa merusak lapisan anti air. Satu lagi tips buat yang pakai motor berplat B dan sering parkir outdoor: usahakan jas hujan disimpan di tempat yang nggak kena panas matahari langsung sepanjang hari. Panas berlebihan bikin bahan jas hujan GMA cepat retak. Aku biasanya simpan di bagasi atau box samping, jadi kalau mendadak hujan di jalan, tinggal berhenti sebentar, pakai, dan lanjut jalan. Overall, jas hujan GMA menurutku cocok buat pemakaian harian, terutama kalau kamu sering riding di kota besar dengan curah hujan tinggi. Nggak sempurna, tapi dengan perawatan yang benar dan pilih ukuran yang pas, jas hujan ini cukup bisa diandalkan buat menjaga badan tetap kering saat hujan deras di perjalanan.



























