Sudah rata dengan tanah! Kita tunggu sama sama kira kira ada gebrakan apa ditempat ini?
Pokoknya Parkiran Abu Bakar Ali akan selalu dikenang untuk orang yang pernah melihat keindahan Jogja dari lantai 3nya😍🫶
📽 @sopirdronejogja.official
Buat yang pernah ke Jogja dan sering muter-muter di Malioboro, pasti nggak asing sama Parkiran Abu Bakar Ali. Dulu warna kuningnya mencolok banget di sudut Jogja, jadi andalan parkir kalau lagi musim liburan dan Malioboro super penuh. Sekarang, kalau lewat situ rasanya beda banget karena parkiran kuning itu sudah rata dengan tanah. Aku pribadi beberapa kali parkir di Abu Bakar Ali, terutama kalau mau nikmatin malam di Malioboro tanpa pusing cari parkir. Yang paling bikin kangen itu view dari lantai 3. Dari atas kelihatan lampu-lampu Malioboro, lalu lintas, dan suasana Jogja yang selalu hangat. Banyak orang foto-foto di sana, sekadar menikmati angin malam, atau nunggu teman sambil lihat kota dari ketinggian. Waktu pertama kali lihat video dan foto "tak ada lagi parkiran kuning, sekarang sudah rata dengan tanah", jujur agak kaget. Rasanya kayak satu bagian memori tentang Jogja ikut hilang. Tapi di sisi lain, aku juga jadi penasaran: tempat ikonik ini nanti bakal dijadikan apa? Apakah akan ada gedung parkir baru yang lebih modern, ruang terbuka hijau, atau mungkin spot wisata baru yang tetap mendukung Malioboro sebagai kawasan ramah pejalan kaki? Kalau ngobrol sama teman-teman yang sering main ke Jogja, banyak yang bilang parkiran Abu Bakar Ali dulu membantu banget mengurangi macet di sekitar Malioboro. Jadi sekarang, pertanyaan besarnya adalah: bagaimana dampaknya ke arus kendaraan? Apakah sudah ada pengganti parkiran abu bakar ali yang lokasinya nggak jauh dari pusat keramaian? Beberapa orang cerita kalau sekarang lebih sering diarahkan ke kantong-kantong parkir lain, tapi tetap merasa kangen dengan sistem lama yang sudah familiar. Dari sudut pandang pengunjung, aku berharap apa pun rencana ke depan di lahan bekas parkiran abu bakar ali tetap mempertimbangkan kenyamanan wisatawan dan warga lokal. Jogja itu unik karena bisa menyeimbangkan antara kenangan dan pembaruan. Meskipun bangunannya sudah rata dengan tanah, semoga nanti ada "gebrekan" baru yang bikin sudut Jogja ini tetap hidup: mungkin area publik buat nongkrong, ruang seni, atau fasilitas parkir yang tertata lebih rapi. Yang jelas, parkiran abu bakar ali akan selalu dikenang bukan cuma sebagai tempat parkir, tapi sebagai spot kecil yang menyimpan banyak cerita: dari rombongan wisata, pasangan yang menikmati malam Jogja, sampai anak rantau yang cari tempat tenang buat melihat kota. Kalau kamu punya kenangan di sana, rasanya sekarang jadi momen tepat buat berbagi cerita dan sama-sama menunggu, sudut Jogja ini bakal berubah jadi apa nanti.















