Pengelola Masjid Syuhada mengeluhkan kembalinya aktivitas Street Coffee di sekitar Kawasan Masjid Syuhada, Kotabaru, Yogyakarta.
Melaui akun instagram mereka (@masjidsyuhada), mereka mengungkapkan kekecewaannya, pada Jumat (22/08). Bahkan pihak masjid menyebut jika mereka sudah kehilangan marwahnya.
Sebenarnya, kawasan tersebut sudah sempat disterilkan dari aktivitas Street Coffee oleh Pemkot Jogja dan juga Kodim, akibat keluhan dari pihak Masjid. Pihak masjid merasa banyak perliaku yang tidak pantas dari pengunjung Street Coffee. Namun entah mengapa, beberapa waktu ini kawasan sekitar Masjid kembali ramai Street Coffee.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemkot Yogya terkait aktivtas Street Coffee di Kawasan Masjid Syuhada tersebut.
sc @streetofjogja
Aktivitas Street Coffee di sekitar Masjid Syuhada, Kotabaru, Jogja kembali menjadi perbincangan hangat setelah pengelola masjid menyampaikan keluhan mereka melalui akun Instagram resmi. Mereka menilai bahwa kehadiran Street Coffee ini berdampak pada ketenangan dan kesucian lingkungan masjid, apalagi setelah sebelumnya kawasan ini sudah sempat steril berkat intervensi Pemkot Jogja bersama Kodim. Fenomena Street Coffee sendiri sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban, di mana banyak pemuda berkumpul di tempat-tempat terbuka sambil menikmati kopi. Namun, kehadiran aktivitas ini di dekat kawasan masjid menimbulkan perdebatan karena adanya perilaku dari beberapa pengunjung yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai kesucian dan ketentraman lingkungan ibadah. Hal ini menyebabkan pengelola masjid merasa kehilangan marwah mereka sebagai tempat ibadah yang sakral. Kendati demikian, belum ada respons resmi dari Pemkot Yogyakarta mengenai upaya mengatasi munculnya kembali Street Coffee di kawasan tersebut. Hal ini menjadi tantangan bagi pengelola masjid serta masyarakat sekitar agar bisa menjaga keberlangsungan tempat ibadah sekaligus menghormati aktivitas sosial lainnya. Dalam konteks urban dan sosial, penting untuk menemukan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan generasi muda yang ingin bersosialisasi sambil tetap menghormati keberadaan tempat-tempat ibadah. Bisa jadi, pemerintah dan pengelola setempat perlu membuat zona khusus untuk kegiatan seperti Street Coffee agar tidak mengganggu lingkungan sekitar masjid. Masyarakat diharapkan juga ikut ambil bagian dalam menjaga ketertiban dan menghormati nilai-nilai budaya serta agama terutama di kawasan sensitif seperti ini. Dengan begitu, baik aktivitas sosial maupun aktivitas ibadah bisa berjalan harmonis tanpa saling mengganggu.







