Sudah sepekan berlalu banjir masih menggenangi wilayah Pantura, Kaligawe, Kota Semarang. Belum menandakan surut. Seluruh rumah menjadi korban dalam bencana ini. Bahkan aktivitas sejumlah warga maupun pengendara terganggu imbas dari genangan ini. Benar - benar lumpuh.
Perlu solusi yang jitu untuk menangani bencana ini, selain dari memodifikasi cuaca, perlu adanya pengerukan yang masif di setiap sungai yang terhubung seperti di Banjir Kanal Timur. Sudah saatnya untuk bergandeng tangan bukan melempar tanggungjawab kewenangan, selama untuk kepentingan rakyat toh dijalankan saja.
"Bukan, bukan, bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri. Bukan kita bekerja untuk kerabat kita. Bukan kita bekerja untuk pemimpin-pemimpin kita. Pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat," kata Prabowo dalam pidatony saat dilantik menjadi Presiden RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
Rabu 29 Oktober 2025
Banjir yang melanda wilayah Pantura, Kaligawe, Kota Semarang selama lebih dari seminggu memang sangat memprihatinkan. Selain merendam ribuan rumah warga, banjir ini juga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama mobilitas warga dan lalu lintas kendaraan. Dalam menghadapi kondisi seperti ini, pemerintah daerah dan pusat perlu mengambil tindakan cepat dan tepat untuk segera mengatasi dan mencegah banjir susulan. Salah satu langkah yang diusulkan selain mengandalkan perubahan cuaca ialah pengerukan sungai secara masif. Sungai-sungai yang terhubung dengan Banjir Kanal Timur harus dibersihkan dan dikeruk sedalam serta sebesar mungkin untuk memastikan aliran air kembali lancar dan tidak menggenang. Langkah pengerukan ini penting agar kapasitas sungai dapat menampung debit air yang besar saat hujan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut. Selain itu, kolaborasi antarsektor dan lintas pemerintahan harus diperkuat. Tanggung jawab tidak boleh diperdebatkan atau dilemparkan begitu saja. Semua elemen, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat sudah saatnya bergandeng tangan memprioritaskan keselamatan dan kemaslahatan rakyat tanpa memandang batas kewenangan. Semangat kerja bersama sangat dibutuhkan agar penanganan bencana banjir kali ini berjalan efektif dan efisien. Presiden RI dalam pidatonya yang disampaikan saat pelantikan menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang bekerja bukan untuk diri sendiri, bukan untuk kerabat, atau para pemimpin lainnya, melainkan untuk rakyatnya. Pesan ini relevan dalam konteks penanganan banjir Semarang, sebagai pengingat kepada seluruh pejabat terkait agar fokus menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat terdampak bencana. Pada tanggal 29 Oktober 2025, kondisi banjir masih belum menunjukkan penurunan signifikan. Melalui artikel ini, diharapkan kesadaran dan perhatian publik serta aparat pemerintah dapat terus meningkat dalam menangani bencana banjir secara tepat. Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, peningkatan infrastruktur penanggulangan banjir, serta kesiapsiagaan warga harus menjadi prioritas ke depan demi meminimalisasi dampak banjir susulan. Banjir bukan hanya persoalan fisik, namun juga ujian sinergi dan kepemimpinan yang mampu mengutamakan kebutuhan rakyat. Dengan upaya bersama, diharapkan Kali Pantura, Kaligawe dan wilayah sekitar Semarang dapat terbebas dari ancaman banjir dan warga bisa kembali beraktivitas normal tanpa gangguan.
