Boleh ga

6/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSelama masa kehamilan, perubahan emosi dan fisik memang sangat wajar terjadi pada seorang istri. Banyak perempuan yang merasa lebih butuh perhatian dan kasih sayang dari pasangannya, sehingga sikap 'manja' menjadi salah satu cara mereka mengekspresikan kebutuhan tersebut. Dalam pengalaman saya dan banyak pasangan lain, memberikan ruang untuk istri yang sedang hamil menunjukkan manja pada suami justru mempererat hubungan emosional antara kedua pasangan. Menjadi 'manja' dalam konteks ini bukan berarti menjadi beban, melainkan sebagai bentuk komunikasi emosi yang penting untuk dipahami oleh suami. Ini bisa berupa kebutuhan untuk lebih sering berpelukan, berbagi perasaan, atau meminta perhatian lebih saat merasa tidak nyaman. Suami yang mampu menerima dan merespon sikap ini dengan kelembutan biasanya akan membawa suasana rumah yang lebih damai dan penuh pengertian. Namun, tentu saja penting bagi istri dan suami untuk saling mengatur batas agar komunikasi dan kasih sayang tetap sehat. Manja yang berlebihan tanpa komunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman, terutama jika pasangan suami istri belum terbiasa atau kurang terbuka dalam berbagi perasaan. Oleh karena itu, kunci utamanya adalah saling menghargai dan mendengarkan kebutuhan masing-masing, termasuk kebutuhan emosional istri yang sedang hamil. Saya selalu menyarankan agar suami lebih peka dan hadir aktif dalam mendampingi selama kehamilan. Sikap manja istri saat hamil bukanlah sesuatu yang harus dilarang, melainkan dipahami sebagai bagian dari dinamika kasih sayang dan ikatan batin yang mendalam. Dengan begitu, baik suami maupun istri bisa menjalani masa kehamilan dengan rasa saling percaya dan bahagia.