Teguran Tuhan buat kita #tetapbersyukur
Saya merasa ayat tentang "selumbar di mata" ini sangat mengena dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. Seringkali kita cepat mengkritik orang lain tanpa menyadari kekurangan dalam diri kita. Dalam praktiknya, ini mengajarkan saya untuk lebih introspektif dan rendah hati. Misalnya, ketika merasa terganggu oleh kesalahan teman atau kerabat, saya mencoba merenungkan apakah saya sendiri sudah berusaha memperbaiki kelemahan saya. Jika belum, saya belajar untuk memperbaikinya terlebih dahulu sebelum memberi komentar atau nasihat kepada orang lain. Ini juga mengingatkan pentingnya tetap bersyukur dalam proses refleksi diri tersebut. Menerima teguran bukan sebagai hukuman, tetapi sebagai pelajaran agar kita bisa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak dalam bersikap terhadap sesama. Dengan demikian, teguran Tuhan yang terdapat dalam ayat ini menjadi panggilan agar kita lebih fokus pada perbaikan diri, sambil tetap menunjukkan kasih dan pengertian kepada orang lain, bukan sikap menghakimi.
