... Baca selengkapnyaAku dulu selalu penasaran, sebenarnya kapan sih Tahun Baru Cina itu? Kok tiap tahun tanggalnya beda-beda. Ternyata Imlek ikut kalender lunar (kalender bulan), bukan kalender masehi seperti yang biasa kita pakai. Makanya, Tahun Baru Imlek biasanya jatuh antara 21 Januari sampai 20 Februari, dan tiap tahun berubah tergantung pergerakan bulan.
Imlek sendiri sering disebut juga "Tahun Baru Cina". Tapi penting diingat, Imlek itu bukan cuma milik orang Tionghoa di Tiongkok, tapi juga dirayakan oleh keturunan Tionghoa di banyak negara, termasuk di Indonesia. Di sini, suasana Imlek kerasa banget di daerah pecinan: lampion merah, barongsai, dan wangi kue keranjang di mana-mana.
Kalau lihat dekorasi Imlek, biasanya kita bakal nemu kue keranjang, jeruk, angpau, dan lampion merah. Itu bukan sekadar hiasan estetik, tapi penuh makna. Kue keranjang (niangao) melambangkan rezeki dan kemajuan. Jeruk, terutama jeruk berwarna keemasan, dipercaya membawa keberuntungan. Angpau merah jadi simbol doa dan harapan baik untuk penerima, terutama anak-anak dan yang belum menikah.
Saat nanya ke teman yang keluarganya merayakan Imlek, aku sempat bingung dengan istilah "koko". Di budaya Tionghoa, koko artinya kakak laki-laki. Jadi kalau kamu dengar orang dipanggil "koko" di toko atau restoran, biasanya itu panggilan hormat ke pria yang lebih tua. Mirip seperti kita memanggil "mas" atau "kak". Nah, panggilan ini kadang bikin orang luar mengira "koko cina" itu ras atau suku, padahal sebenarnya panggilan akrab saja.
Soal kata "cai", ini menarik karena artinya bisa beda-beda tergantung bahasa. Dalam konteks Imlek, "cai" dalam bahasa Mandarin bisa berarti kekayaan atau rezeki (contoh: "cai shen" = dewa rezeki). Tapi di bahasa lain seperti bahasa Bali, maknanya bisa sama sekali berbeda. Jadi kalau kamu lihat kata "cai" di dekorasi Imlek, kemungkinan besar maksudnya berkaitan dengan rezeki dan kemakmuran, bukan arti di bahasa daerah lain.
Yang aku suka dari perayaan Imlek adalah nuansa "awal yang baru". Orang-orang biasanya bersih-bersih rumah sebelum Imlek, beli baju baru (dress to impress versi Imlek), dan kumpul keluarga. Warna merah mendominasi karena melambangkan keberuntungan dan penolak bala. Bahkan pemilihan baju juga sering disesuaikan: hindari warna hitam dan putih karena dianggap kurang membawa hoki untuk momen ini.
Selama 15 hari perayaan, ada banyak tradisi yang dilakukan: makan bersama keluarga besar, bagi-bagi angpau, mengunjungi kerabat, dan kadang ada pertunjukan barongsai. Ada juga pantangan unik, misalnya tidak menyapu di hari pertama Imlek supaya "hoki" dan rezeki tidak ikut tersapu. Menurutku, hal-hal kecil seperti ini yang bikin Imlek terasa spesial dan beda dari hari biasa.
Kalau kamu baru mulai belajar tentang budaya Chinese lewat Imlek, nggak perlu takut salah. Mulai saja dari hal simpel: pahami makna Tahun Baru Cina, kapan dirayakan, apa arti simbol-simbol seperti kue keranjang, jeruk, angpau, dan lampion, serta cara menghormati orang lain lewat sapaan seperti "koko". Dari situ pelan-pelan kamu bakal makin paham bahwa Imlek bukan cuma festival seru, tapi juga momen keluarga, tradisi, dan harapan baru.