Sama Jenis Tanaman🌱 Matcha vs Green Tea💚

Hey, back again with me🤗

Kali ini aku mau battle matcha with green tea, sebenarnya matcha and green tea sama-sama dari tanaman yang sama, tapi kok bisa beda ya? cara penanamannya beda, satu tertutup dan satu terbuka kena matahari langsung, dan bagian tanaman yang diambil juga beda, matcha bagian pucuknya saja, kalau green tea stem dan leaves semuanya dipetik untuk diolah🙌🏻

Tapi menurut aku ini juga sesuai selera and sesuai mood, ga selalu yang lebih bagus itu kita konsumsi setiap hari dan pastinya keduanya ini juga mempunyai segudang manfaat yang bagus jadi mau diminum yang mana pun pastinya ada manfaatnya👀

.

.

.

#lemon8 #battlereview #tipsandtrick #tipslemon8 #tipsntrick #matcha #greentea #teareview #Tea #drinkreview

2023/5/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku sempat lama banget mikir, sebenarnya matcha itu teh hijau apa bukan sih? Jawabannya: ya, matcha itu salah satu bentuk teh hijau (teh hijau = green tea), tapi cara tanam, proses, dan hasil akhirnya beda jauh. Jadi gini, daun matcha dan daun green tea sebenarnya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Bedanya mulai dari CARA TANAM. Matcha biasanya ditanam dengan sistem tertutup (shade-grown), beberapa minggu sebelum panen tanaman ditutup dari sinar matahari langsung. Tujuannya supaya daun lebih hijau, kandungan L-Theanine dan kafeinnya naik, dan rasanya lebih umami. Sedangkan green tea biasa dibiarkan terbuka kena matahari, jadi rasanya lebih segar dan “teh” banget. Lalu bagian daun yang diambil juga beda. Untuk matcha, yang diambil biasanya pucuk daun paling muda dan berkualitas tinggi. Setelah dipanen, daun dikukus, dikeringkan, lalu digiling halus sampai jadi bubuk hijau pekat yang kita kenal sebagai bubuk matcha. Karena matcha diminum dengan cara melarutkan bubuknya, artinya kita mengonsumsi seluruh daun teh. Makanya di gambar OCR tadi tertulis kandungan L-Theanine bisa sekitar 45mg dan kafein sekitar 68mg per sajian, rasanya lebih kaya/intens. Untuk green tea, yang dipakai bisa stem dan leaves (tangkai dan daun), tidak hanya pucuknya saja. Daun dikeringkan lalu diseduh, jadi waktu diminum kita hanya minum air seduhannya, bukan seluruh daun seperti matcha. Itu juga alasan kenapa kandungan kafein dan L-Theanine di green tea biasanya lebih rendah, misalnya sekitar 3mg L-Theanine dan 32mg kafein. Rasa green tea cenderung lebih ringan, sedikit grassy atau “rumput”, dan warnanya lebih bening. Dari segi warna hijau, matcha biasanya lebih pekat dan creamy kalau dibuat latte, sedangkan teh hijau terlihat seperti air teh bening. Banyak yang bilang matcha lebih bergizi karena kita minum seluruh daun teh yang sudah digiling, tapi balik lagi ke kebutuhan tubuh dan batas kafein harian kamu. Kalau bingung pilih matcha atau green tea, aku pribadi biasanya: pilih matcha latte (teh matcha susu) pas butuh fokus dan energi lebih, misalnya saat kerja atau belajar karena kandungan kafein + L-Theanine-nya bikin melek tapi tetap relatif tenang. Kalau lagi pengen yang ringan, seger, dan nggak terlalu kuat kafeinnya, aku pilih green tea dingin. Buat kamu yang masih bertanya “bedanya greentea sama matcha dan ocha apa?”: ocha itu istilah umum teh dalam bahasa Jepang, bisa teh hijau biasa atau jenis teh lainnya tergantung konteks. Jadi matcha dan green tea sama-sama teh hijau (teh hijau = matcha? bisa iya, bisa tidak, tergantung bentuknya), tapi matcha adalah versi bubuk yang lebih intens. Intinya, nggak ada yang benar-benar lebih baik secara mutlak. Hijau matcha atau green tea, sesuaikan saja dengan selera, kebutuhan kafein, dan mood kamu hari itu. Yang penting, nikmatin proses nyeduh dan minumnya!

12 komentar

Gambar mela
mela

itu pake merek apa ya kak greentea sama matcha powder nya?

Lihat lainnya(1)