VIRAL TERBARU ❗ PINKAN MAMBO JUALAN MAKANAN RUMAH😆
#ViralTerbaru x #LifeBingo x #CurcolanHati
Lagi-lagi Pinkan Mambo bikin gebrakan baru guys. Ga cuman jualan donat aja, tapi sekarang jualan masakan rumahan juga.
Ada capcay, ayam woku, dan teri dabu-dabu kemangi. Untuk harga dibilang murah tentu saja tidak 😅. Untuk capcay dibandrol dengan harga 150 ribu, ayam woku 250 ribu, dan teri dabu-dabu dibandrol 250 ribu. Total 3 masakan 650 ribu guys😆😆.
Sebagai IRT yang sering belanja dan masak, rasanya harga tersebut terlalu overpriced, yaudah mending masak aja kalo mau hemat.
Jujur, waktu pertama kali lihat konten makanan Pinkan Mambo yang lagi viral, aku penasaran banget. Di foto dan video, kelihatan seorang pria megang beberapa wadah makanan rumahan: capcay, ayam woku, dan teri dabu-dabu kemangi. Di gambar juga ada teks yang seolah mempertanyakan, bener nggak sih harga segitu worth it sama rasa dan porsinya? Kalau dilihat sekilas, konsepnya sebenarnya menarik: masakan rumahan ala artis, dikemas rapi, dan bisa langsung dimakan tanpa repot masak. Tapi begitu tahu harganya – capcay 150 ribu, ayam woku 250 ribu, teri dabu-dabu kemangi 250 ribu – total 650 ribu untuk tiga menu, refleks sebagai IRT langsung mikir, “Ini kalau aku belanja sendiri ke pasar bisa dapat berapa banyak bahan, ya?” Dari gambar capcay-nya, yang banyak orang komentarin adalah tampilannya yang pucat dan sayurnya kelihatan nggak terlalu banyak. Biasanya capcay rumahan ala ibu-ibu kan warna-warni, banyak sayur, kadang dicampur bakso atau ayam, dan modalnya juga nggak sampai ratusan ribu per porsi. Jadi wajar kalau banyak yang merasa penampilannya kurang sebanding sama harga. Ayam wokunya juga jadi sorotan. Di foto terlihat cukup berminyak, dan beberapa orang bilang tampilannya biasa aja, mirip masakan rumahan pada umumnya. Padahal kalau kita masak ayam woku sendiri, dengan modal sekitar 70–100 ribu saja sudah bisa dapat satu panci kecil buat sekeluarga. Di sini letak pertimbangannya: apakah kita bayar rasa dan branding Pinkan Mambo, atau memang ada keunikan bumbu yang bikin layak dihargai setinggi itu. Yang paling banyak dapat komentar positif justru teri dabu-dabu kemangi. Di gambar warnanya kelihatan cantik, dabu-dabunya segar, dan porsinya lumayan. Tapi lagi-lagi, balik lagi ke pertanyaan yang sama: apakah porsi dan rasanya sepadan dengan harga 250 ribu? Kalau buat aku pribadi, biasanya kalau kangen teri dabu-dabu, aku tinggal beli teri, tomat, cabai, kemangi, dan jeruk nipis di pasar. Biayanya masih jauh di bawah ratusan ribu, dan bisa diatur tingkat pedasnya sesuai selera keluarga. Dari sisi keviralan, wajar banget kalau makanan Pinkan Mambo ini ramai dicari orang di Google. Banyak yang kepo soal "pinkan mambo makanan", "makanan Pinkan Mambo", sampai "jualan Pinkan Mambo" karena pengin tahu beneran enak atau cuma mahal. Ada juga yang bahas soal stiker suami Pinkan Mambo yang sering muncul di konten, jadi makin kuat kesan kalau produk ini memang mengandalkan sisi entertainment dan personal branding. Sebagai ibu rumah tangga, aku akhirnya sampai pada kesimpulan ini: kalau kamu tipenya suka coba-coba makanan viral dan punya budget lebih, nggak ada salahnya sesekali beli buat pengalaman dan konten. Tapi kalau tujuanmu hemat dan fokus ke nilai gizi dan porsi untuk keluarga, masak sendiri jelas jauh lebih masuk akal. Dengan budget 650 ribu, aku pribadi bisa masak untuk beberapa hari, dapat menu beragam, dan tetap pakai bahan-bahan segar. Intinya, nggak ada yang salah dengan Pinkan Mambo jualan makanan rumahan dengan harga tinggi, karena setiap orang bebas menentukan harga karyanya. Tapi sebagai pembeli, kita juga berhak pilih: mau bayar mahal untuk pengalaman dan nama besar, atau tetap setia sama masakan rumahan versi dapur sendiri yang lebih ramah di kantong.






Udahlah skip aja beli jualan dia 😑 mendingan bantu UMKM sekitaran daripada beli makanan overprice yang gajelas rasa dan kualitasnya gimana