Siapa yang tadi malam ikut sharing session sama kak ִֶtiramoow‧୧⍤⃝💐 ? Si kecil cabe rawit ngasih insight baru tentang edit cover konten biar makin kece ✨
Banyak banget yang aku dapet dari sharing tadi malam. Bermanfaat banget buat kita semua untuk lebih memfokuskan bagaimana bikin cover yang punya aura atau branding kita agar lebih punya ciri khas.
Semoga kedepannya ada sharing kayak gini lagi ya 😆
... Baca selengkapnyaJujur, sebelum ikut sharing session tentang cover konten ini, aku tuh termasuk yang suka asal bikin cover. Yang penting ada judul, foto, udah. Tapi setelah ikut Sharing Sessions Lemon8 bareng Kak Tira (meskipun terlambat karena jaringan sempat ngadat), aku baru ngeh kalau cover konten itu sebenarnya "wajah" dari postingan kita.
Yang paling kebuka banget di kepala aku adalah konsep "aura konten". Di slide presentasi dijelasin kalau aura konten itu kesan pertama yang orang lihat: perpaduan warna, font, tone foto, dan vibes kreator. Contohnya pas ditunjukin cover "Rahasia Diet" – dari warna, font, dan fotonya aja udah kerasa kalau kontennya tentang diet tapi tetap fun, bukan yang kaku banget.
Aku langsung kepikiran cover konten yang pernah aku bikin, misalnya "Menu Andalan IRT". Waktu itu aku pakai kombinasi warna merah muda, kuning, dan putih, plus font "cute dino" yang tebal dan gendut. Ternyata, itu udah lumayan menggambarkan vibes ceria tapi tegas, cocok buat sharing resep andalan ibu rumah tangga. Di sharing session, aku jadi makin paham kenapa kombinasi warna dan font bisa bikin orang tertarik klik konten kita.
Bagian yang paling ngebantu aku adalah slide tentang "kombinasi warna". Di situ dijelasin pentingnya punya warna identitas sebagai kreator, tapi juga nggak takut eksplor. Aku selama ini identik banget sama pink dan kuning, dan dari sesi itu aku dapet insight baru buat nyoba warna lain yang masih nyambung tetapi bikin keseluruhan feed tetap konsisten. Jadi bukan sekadar cantik, tapi juga punya ciri khas.
Terus ada juga materi tentang "kombinasi font". Ini aku sering banget salah: judul udah bagus, tapi font berantem, ada yang terlalu tipis, terlalu kecil, atau nggak kebaca kalau dilihat sekilas. Tips yang aku catat: font kecil sebaiknya dikasih background biar tetep kebaca, sedangkan font besar boleh diperbesar dan dibiarkan lebih clean tanpa background. Font kecil bisa dipakai buat info tambahan dalam kurung, dan font besar untuk kata kunci utama di cover konten.
Yang bikin aku semangat adalah fakta bahwa walaupun aku masuk sharing session agak telat, insight yang didapet tetap banyak banget. Jadi kalau kamu merasa ketinggalan atau baru mulai belajar bikin cover konten, nggak apa-apa sama sekali. Pelan-pelan aja: mulai dari menentukan aura konten yang kamu mau, pilih 2–3 warna identitas, lalu tentukan 1–2 font andalan yang cocok dengan gaya kamu. Setelah itu, tinggal sering latihan.
Sekarang setiap kali mau upload di Lemon8, aku nggak lagi asal pilih template. Aku mikir dulu: apa vibes yang mau disampaikan, apakah warna dan font-nya udah sesuai, dan apakah cover-nya cukup jelas buat orang yang cuma lihat sekilas. Ternyata, perubahan kecil di cover konten bisa bikin aku sendiri lebih happy dan percaya diri dengan karya yang aku bagikan. Dan yang paling penting, proses belajarnya seru, apalagi kalau bisa ikut sharing session bareng kreator lain, meskipun terlambat tetap kerasa manfaatnya.
Wahh iya kk Julia 🥰 aku ikutan Workshop Manisku Tira byk manfaat yg kudapat👍 Iya bener banget semoga kedepannya ada lagi ya kakk tambah makin seru dech🤩❤️
Wahh iya kk Julia 🥰 aku ikutan Workshop Manisku Tira byk manfaat yg kudapat👍 Iya bener banget semoga kedepannya ada lagi ya kakk tambah makin seru dech🤩❤️