Siapa nih yang pecinta seblakk😍😍
Asalamualaikum wrwb, salam santun sahabat ngopi
Aku dulu juga cuma tahu seblak itu identik sama kerupuk, kuah pedas, dan topping ceker atau sosis. Sampai akhirnya ada yang nanya soal urat merih dan halkum lembu, boleh nggak sih dipakai buat seblak atau masakan lain? Dari situ aku mulai cari tahu dan nyoba sendiri di dapur. Urat merih dan halkum lembu itu bagian dari sapi yang teksturnya kenyal-kenyal gitu. Biasanya dipakai buat sop, gulai, atau tumisan. Kalau mau dipakai buat seblak, sebenarnya bisa aja, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatiin biar nggak ganggu pencernaan dan tetap aman. Pertama, dari pengalaman aku, bagian urat dan halkum ini harus benar-benar dimasak sampai empuk. Kalau masih alot, pencernaan jadi kerja lebih keras dan kadang bikin perut kerasa begah atau kembung. Aku biasanya rebus dulu agak lama dengan api kecil, baru setelah empuk dimasukkan ke kuah seblak atau masakan lain. Kedua, perhatikan juga kombinasi bahannya. Di seblak kan sudah ada kerupuk yang ultra proses, micin, kaldu bubuk, dan minyak panas. Kalau ditambah urat merih dan halkum lembu yang agak berlemak, tubuh bisa "protes" kalau kebanyakan. Di aku, kalau lagi sensitif, bisa muncul jerawatan, gampang capek, atau perut nggak nyaman. Jadi aku akalin dengan bikin kuah yang lebih banyak pakai bahan tradisional seperti jahe, kunyit, lengkuas, dan sereh. Bahan-bahan ini kerasa banget bedanya, perut lebih ringan dan nggak terlalu kembung. Kalau kamu penasaran rasanya, tips dari aku: 1. Pilih urat merih dan halkum lembu yang masih segar, nggak bau menyengat. 2. Rebus dulu dengan jahe dan sereh biar amisnya hilang dan lebih gampang dicerna. 3. Kurangi sedikit penggunaan kaldu bubuk atau micin, ganti dengan bumbu segar yang banyak. 4. Jangan makan terlalu malam dan jangan porsi kebanyakan, apalagi kalau kamu tipe yang perutnya sensitif. Aku juga pernah bandingin, waktu makan seblak cuma kerupuk dan sosis, perutku lebih sering kembung dibanding pas aku tambahin rempah kayak jahe dan kunyit. Jadi menurut aku, bukan seblaknya aja yang bikin bermasalah, tapi kombinasi bahan dan seberapa sering kita makan. Urat merih dan halkum lembu boleh-boleh aja dipakai, tapi porsi dan cara masaknya perlu diperhatiin. Kalau kamu punya riwayat maag atau pencernaan sensitif, mending cobain porsi kecil dulu. Kalau badan kerasa gampang capek, jerawatan makin parah, atau perut terasa nggak enak setelah makan, itu tandanya tubuhmu nggak terlalu cocok dan perlu dikurangi. Intinya sih, tetap bisa menikmati seblak dan olahan urat merih serta halkum lembu, tapi lebih mindful sama kesehatan pencernaan sendiri.































