South Korea
📍 Nagan Eupseong Folk Village, Suncheon
Nagan Eupseong Folk Village ( Korea : 낙안읍성 ; Hanja : 樂安邑城) adalah sebuah desa bersejarah Korea yang terletak di Nagan-myeon, Suncheon, Jeolla Selatan , Korea Selatan . Kota bertembok yang terpelihara dengan baik ini berfungsi sebagai pusat administrasi untuk wilayah tersebut selama Dinasti Joseon dan ditetapkan sebagai situs bersejarah No. 302.
Benteng ini dibangun pada tahun 1397 oleh jenderal Kim Bin-gil, pada masa pemerintahan Raja Taejo dari Joseon . Benteng ini dimaksudkan untuk mempertahankan wilayah tersebut setelah kekalahan bajak laut Wokou . Awalnya dikelilingi oleh tembok pasir, tetapi diperkuat dengan tembok batu pada masa pemerintahan Raja Injo untuk lebih melindungi diri dari bajak laut Jepang. Proyek ini dilaksanakan di bawah bimbingan jenderal Im Gyeong-eop (1594-1646), yang menjabat sebagai gubernur Nagan dari tahun 1626 hingga 1628. Ketika beliau meninggal, sebuah rumah monumental dibangun oleh penduduk Nagan, yang masih berdiri di desa tersebut hingga saat ini.
Sembilan rumah beratap jerami abad ke-19 ditetapkan sebagai warisan nasional, karena merupakan contoh berharga dari arsitektur Jeolla Selatan pada masa Joseon.
Naganeupseong ditetapkan sebagai Warisan Nasional (Situs Bersejarah No. 302) pada tahun 1983. Sejak saat itu, serangkaian proyek telah dilakukan untuk melestarikan lanskap desa. 231 rumah dipertahankan dalam kondisi aslinya, dan karenanya dianggap sebagai sumber yang berharga untuk penelitian akademis. Desa ini juga dimasukkan dalam daftar sementara Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2010.
Mengunjungi Desa Nagan Eupseong adalah pengalaman menarik bagi siapa pun yang ingin merasakan suasana Korea di masa lalu, tepatnya era Joseon. Saat saya berkesempatan ke sini, saya sangat terkesan dengan bagaimana desa ini masih mempertahankan keasliannya, mulai dari bangunan hingga tata letak kota bertembok yang masih asli. Desa ini bukan hanya sekedar objek wisata biasa, tetapi juga cerminan sejarah yang hidup. Saya belajar banyak tentang pertahanan wilayah saat itu, terutama bagaimana pembangunan benteng batu menggantikan benteng pasir supaya lebih efektif melawan ancaman bajak laut Jepang. Melihat langsung rumah-rumah beratap jerami abad ke-19 yang masih berdiri kokoh membuat saya bisa membayangkan kehidupan masyarakat Jeolla Selatan beberapa ratus tahun silam. Selain aspek sejarah, saya juga merasakan kedamaian dan ketenangan karena suasana desa yang tidak berubah banyak walaupun zaman telah berkembang. Pengelolaan desa untuk pelestarian sangat mengagumkan, dimana 231 rumah tetap dipertahankan dengan baik, menjadikan Desa Nagan Eupseong sumber berharga untuk penelitian akademis dan warisan budaya. Bagi yang berencana mengunjungi Korea Selatan, khususnya Suncheon, tempat ini sangat saya rekomendasikan sebagai destinasi edukatif sekaligus wisata budaya. Jangan lupa untuk menjelajahi setiap sudut desa dan belajar lebih dalam tentang Dinasti Joseon serta sejarah kebudayaan lokal yang begitu kaya. Mengalami sendiri suasana desa warisan ini memberikan perspektif berbeda tentang betapa pentingnya pelestarian sejarah dalam membangun identitas bangsa.



















👍❤️