Life after birth

A year postpartum and yes I'm still not feeling like myself, I lost 23kg but still need to get rid of 6kg more, still looks like 4 months pregnant because of DIASTASIS RECTI from 3 fingers gaps now only 1 finger gap which is good, having KERATOSIS PILARIS all over my body triggered by pregnancy and I'm still dealing with it trying to get rid of it but still nothing work, so to all mothers out there navigating postpartum and feelings unsure about your body please remember our body has done something incredible and you are not alone. ❤️#lifeafterbirth

1/18 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seorang ibu yang telah melewati masa postpartum, saya ingin berbagi pengalaman pribadi yang mungkin bisa menjadi penyemangat bagi ibu-ibu lain di luar sana. Setelah melahirkan, tubuh memang mengalami banyak perubahan yang kadang tidak mudah untuk diterima. Saya sendiri sempat merasa tidak seperti diri saya yang dulu meski sudah berhasil menurunkan 23kg berat badan. Masih ada 6kg yang ingin saya hilangkan dan kondisi perut saya yang masih terlihat seperti hamil 4 bulan karena diaastasis recti membuat saya kadang insecure. Melalui perjuangan ini, saya belajar bahwa kesabaran dan kelembutan pada diri sendiri sangatlah penting — seperti kata motivasi yang saya temui, "gentle be to your self". Keratosis pilaris yang muncul setelah kehamilan juga menjadi tantangan tersendiri. Meski saya sudah mencoba berbagai perawatan, sampai sekarang belum menemukan solusi yang benar-benar efektif. Namun, ini mengajarkan saya bahwa setiap proses pemulihan itu berbeda dan kita butuh waktu untuk menyembuhkan dan menerima perubahan tubuh. Bagi para ibu yang sedang mengalami masa postpartum, penting untuk diingat bahwa tubuh kita telah melakukan sesuatu yang luar biasa dengan membawa dan melahirkan kehidupan baru. Jangan ragu untuk mencari dukungan baik dari keluarga, teman, maupun komunitas ibu. Diskusikan perasaan dan kondisi fisik yang Anda alami, karena berbagi bisa meringankan beban dan menambah wawasan. Selain itu, menjaga kesehatan mental juga tidak kalah penting. Mengalokasikan waktu untuk diri sendiri, menjalani aktivitas yang menyenangkan, dan menerapkan pola hidup sehat bisa membantu mempercepat proses pemulihan. Jangan lupa, melakukan konsultasi dengan dokter atau fisioterapis juga sangat dianjurkan terutama untuk masalah seperti diaastasis recti guna mendapatkan penanganan yang tepat. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa setiap perjalanan postpartum itu unik, dan yang terpenting adalah tetap mencintai dan menerima tubuh kita apa adanya. Proses ini memang penuh tantangan, tapi Anda tidak sendiri. Mari bersama-sama saling mendukung dan berbagi cerita agar masa postpartum bukan jadi masa yang menakutkan, melainkan masa dimana kita bisa menemukan kekuatan baru sebagai ibu dan wanita.