Praktek sekolah SMKN2 Doloksanggul
Sebagai anak SMK yang sering pegang mobil praktik, Kijang Super ini salah satu yang paling sering masuk bengkel sekolah. Waktu pertama kali diminta ganti karburator Kijang Super, aku juga sempat bingung, apalagi setiap gejala mobil bisa beda-beda. Biasanya sebelum memutuskan ganti karburator, aku dan teman-teman selalu cek dulu kondisinya. Beberapa tanda karbu Kijang Super mulai bermasalah itu misalnya: - Mesin susah hidup saat pagi hari - Tarikan mobil ngempos atau terasa berat - Bensin jadi boros padahal cara nyetir sama saja - Mesin pincang saat langsam (idle tidak stabil) Kalau gejalanya masih ringan, kadang cukup dibersihkan saja. Di sekolah, kami biasanya bongkar karburator, bersihkan spuyer, cek pelampung, dan pastikan semua oring masih bagus. Tapi kalau karburator sudah aus, sering bocor, atau body-nya sudah oblak, baru deh dipertimbangkan untuk ganti karburator baru. Waktu praktek ganti karburator Kijang Super, langkah yang kami lakukan kurang lebih seperti ini (versi anak SMK, jadi masih belajar ya): 1. Lepas dulu selang bensin dan kabel yang terhubung ke karburator. 2. Buka baut pengikat karburator ke intake manifold. 3. Angkat karburator lama dan cek kondisi gasket, kalau robek wajib ganti. 4. Pasang karburator baru atau karbu second yang kondisinya masih bagus. 5. Setel kembali kabel gas dan choke biar pas. 6. Setelah terpasang, baru setel langsam dan campuran bensin-udara (air fuel) sampai mesin halus. Dari pengalaman, setelan karbu Kijang Super ini cukup berpengaruh ke kenyamanan. Kalau setelannya terlalu boros, mobil memang agak enak tarikannya, tapi bensin habis lebih cepat. Kalau terlalu irit, mobil jadi loyo dan kadang suka batuk-batuk waktu digas. Biasanya kami cari titik tengah: mesin stabil, tarikan enak, dan asap knalpot tidak terlalu hitam. Soal biaya, di luar bengkel sekolah, harga karburator Kijang Super bervariasi tergantung merk dan kondisi. Ada yang pilih karbu original, ada juga yang pakai karbu copotan tapi masih mulus. Saran dari guru praktek kami, kalau memang mobil mau dipakai harian dan jarak jauh, lebih baik investasi di karburator yang kualitasnya bagus, biar tidak sering bongkar pasang. Yang menarik, lewat praktek seperti ini di SMK, aku jadi lebih paham kenapa banyak pemilik Kijang Super cari info tentang "karbu kijang super" di internet. Ternyata, kalau karburator disetel dengan benar, mobil tua seperti Kijang Super masih bisa nyaman dipakai dan tidak terlalu boros. Jadi buat kamu yang lagi mikir mau ganti karburator atau cuma setel ulang, tenang aja, pelan-pelan belajar juga bisa, yang penting hati-hati dan jangan ragu tanya ke mekanik atau teman yang lebih berpengalaman.













































