Tidak Kenal, sih...
Kebetulan buka IG dan post pertama muncul ya ini. Ini teman IG-ku setiap post story selalu muncul di berandaku jadi sering aku buka juga. Eh, kok hari ini lihat kabar duka 😟
Semoga khusnul khotimah mbak, Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Saat melihat postingan teman di Instagram yang bukan orang dekat, tapi sering tampil di beranda, aku merasa campur aduk antara penasaran dan empati. Salah satu hal yang membuatku tertarik adalah adanya kata-kata yang menggunakan kata belakang 'ti', misalnya 'khusnul khotimah', yang dalam konteks ini berarti harapan agar almarhumah meninggal dalam keadaan baik. Kata belakang ini ternyata memiliki makna spiritual dan budaya yang dalam, sering digunakan dalam doa atau ucapan belasungkawa di Indonesia. Dalam pengalaman pribadiku, kata seperti ini sering muncul di pesan-pesan duka atau saat memberi dukungan kepada keluarga yang berduka. Kehadiran kata tersebut dalam postingan teman IG-ku menyampaikan rasa hormat dan doa yang tulus. Selain itu, postingan tersebut juga mengingatkanku betapa pentingnya menjaga tali silaturahmi meskipun hanya sebatas teman di media sosial. Aku belajar bahwa setiap postingan membawa cerita dan perasaan yang bisa membuat kita lebih peka dan peduli terhadap orang lain meskipun kita tidak benar-benar mengenal mereka secara pribadi. Dari pengalaman ini, aku lebih memahami pentingnya kata-kata dan istilah dalam budaya kita yang menyampaikan pesan terdalam tanpa harus berkomunikasi langsung. Semoga kita semua bisa lebih menghargai dan meresapi makna di balik setiap kata yang kita baca atau ucapkan.
