Pertama Buka Usaha Pake Nama Anak emang gak boleh?
Lemonades,
Bener gak sih kita gak boleh kasih nama usaha pake nama anak?
((Misalnya nama anakmu Rahma, trus kamu buka resto namanya : Rahma's Kitchen))
Aku dan suami memulai bisnis sendiri sejak aku melahirkan, dan kami menggunakan nama anak untuk nama usaha kami.
Setelah bisnis kita berjalan 1 tahunan, aku pernah dinasehatin sama seseorang, katanya baiknya ganti nama usahanya, jangan pake nama anak. Karena katanya bisa bikin gak berkah. gak berkah darimananya ya? dia gak ngasih penjelasan detail.
sekarang udah hampir 3 tahun berjalan, bisnis kami Alhamdulillah terbilang lancar sih.
Pernah denger hal ini juga? ada yang bisa kasih penjelasan maksudnya gak boleh pake nama anak tuh gimana ya?
... Baca selengkapnyaJujur aku dulu juga bingung, kenapa sih nama usaha tidak boleh pakai nama anak? Awalnya kupikir cuma mitos, tapi makin ke sini aku ketemu beberapa alasan dari orang tua, ustaz, sampai teman yang juga pelaku usaha.
Pertama, soal kepercayaan diri anak. Ada yang bilang, kalau bisnisnya jatuh atau punya masalah, nama anak ikut "terseret" secara emosional. Misalnya usahanya bangkrut, lalu orang-orang ngomong, "Dulu Rahma's Kitchen sempat ramai, sekarang tutup ya." Bagi sebagian orang tua, itu terasa kayak bawa-bawa nama anak ke hal yang kurang menyenangkan. Mereka lebih nyaman kalau usaha pakai nama brand terpisah, bukan nama anak langsung.
Kedua, dari sisi agama dan doa. Ada yang menafsirkan, kalau nama anak itu sebenarnya doa dan harapan baik. Misalnya kita kasih nama Rahma yang artinya penuh kasih sayang. Saat nama itu jadi nama usaha, takutnya fokusnya bergeser ke urusan duniawi: untung-rugi, komplain, persaingan. Beberapa orang tua khawatir hal-hal negatif dalam bisnis (misalnya ada pelanggan marah, ada yang ngomel di review) jadi tertuju ke nama si anak. Makanya mereka memilih nama lain, seperti "Seblak Mama Raffi" bukan langsung "Raffi's Seblak" supaya tetap ada jarak.
Ketiga, dari kacamata bisnis murni. Banyak mentor bisnis bilang, brand yang tidak terlalu personal itu lebih mudah dijual atau diwariskan. Kalau nama usaha pakai nama anak, misalnya Rahma's Kitchen, nanti saat usahanya mau dikembangkan atau dijual ke orang lain, kadang terasa kurang fleksibel. Calon pembeli bisa merasa brand terlalu melekat ke identitas keluarga. Sementara kalau namanya lebih umum, misalnya "Dapur Penuh Rahmah" atau "Lemonades Kitchen", itu dianggap lebih netral.
Keempat, budaya dan mitos keluarga. Di beberapa daerah, orang tua atau nenek kita sering bilang: "Jangan terlalu 'membebani' nama anak dengan urusan dunia." Jadi mereka menyarankan nama anak cukup dipakai untuk hal-hal yang baik dan pribadi, seperti di akta, ijazah, atau karya yang memang milik si anak, bukan untuk objek yang bisa naik turun seperti usaha. Walau nggak ada dalil jelas, ini lebih ke rasa hati dan tradisi.
Di sisi lain, aku juga ketemu banyak cerita yang justru positif. Ada ibu yang kasih nama usahanya pakai nama anak sebagai bentuk doa: supaya rezeki usaha jadi jalan anaknya tumbuh, sekolah, dan punya kehidupan yang baik. Buat mereka, itu bentuk kasih sayang. Dan faktanya, banyak brand besar di luar negeri pakai nama keluarga atau nama anak dan tetap sukses.
Kalau kamu sekarang sudah terlanjur pakai nama anak, menurutku nggak perlu panik. Coba cek:
- Apakah keluarga dan anak (kalau sudah besar) nyaman dengan itu?
- Apakah secara hukum dan branding nama itu aman dipakai jangka panjang?
- Apakah kamu sendiri merasa tenang, nggak ada rasa was-was soal "nggak berkah"?
Kalau ragu, kamu bisa pakai nama anak sebagai inspirasi, bukan nama mentah. Misalnya bukan "Rahma's Kitchen", tapi di-twist jadi sesuatu yang tetap mengandung makna rahmah/rahmat tapi lebih umum. Intinya, menurut pengalamanku, pakai nama anak untuk usaha itu bukan soal boleh atau nggak boleh secara mutlak. Lebih ke kenyamanan hati, nilai yang kamu pegang, dan strategi bisnis jangka panjang.
Kalau kamu pernah dinasehatin hal yang sama, coba share juga di kolom komentar versi kamu. Siapa tahu dari banyak sudut pandang, kita bisa lihat mana yang paling cocok untuk dijalani tanpa merasa usaha jadi kurang berkah.
aq pake nama anak sulung kak .. tp kena black magic 🥺bahkan ada yg sampe nyuruh ganti nama .. krn ank itu darah daging kita sndiri jd gmpang kena black magic n gampang melekat .. smpe skr bisnis aq brhnti n mental aq pun blm siap untuk mmulai nya lg
aq pake nama anak sulung kak .. tp kena black magic 🥺bahkan ada yg sampe nyuruh ganti nama .. krn ank itu darah daging kita sndiri jd gmpang kena black magic n gampang melekat .. smpe skr bisnis aq brhnti n mental aq pun blm siap untuk mmulai nya lg