Ibu-ibu petani di sebuah kampung di Kaki Gunung Halimun tepatnya di Kampung Lebak Picung, Desa Hegarmanah, Kabupaten Lebak Banten, mereka memiliki cara unik untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Mereka memainkan Lesung (alat penumbuk padi) sebagai alat musik yang mengiringi lagu Hari Merdeka 17 Agustus. Meski tergolong lansia tak menyurutkan semangat mereka dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, mereka begitu semangat bernyanyi sembari diiringi musik dari lesung.
Suasana riang gembira serta semangat nampak di wajah mereka, menandakan kecintaan mereka terhadap negara serta rasa terima kasih kepada para pahlawan.
Baca berita selengkapnya di website kabarterdepan.com
___________________________________________________________________________
https://kabarterdepan.com/mainkan-lesung-sambil-nyanyi-lagu-17-agustus-ibu-ibu-petani-kampung-lebak-banten-semangat-sambut-hari-kemerdekaan/
Mengamati cara unik ibu-ibu petani di Kampung Lebak Picung menyambut Hari Kemerdekaan tak hanya menginspirasi, tetapi juga menunjukkan betapa kreativitas dan budaya lokal dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan nasionalisme. Lesung yang biasanya digunakan untuk menumbuk padi diubah menjadi alat musik yang mengiringi lagu-lagu perjuangan. Ini memberi nilai tambah pada tradisi mereka dan menjadikan momen 17 Agustus semakin bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk ekspresi kegembiraan dan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan. Pengalaman ini mengingatkan saya pentingnya melestarikan budaya tradisional dalam bentuk yang adaptif dan relevan dengan zaman sekarang. Aktivitas seperti ini juga dapat membangun semangat generasi muda untuk selalu menghargai sejarah dan jasa para pahlawan. Mereka mungkin bisa belajar dari aksi ibu-ibu di Lebak Picung yang meskipun sudah lanjut usia tetap semangat dalam mengenang hari besar bangsa dengan cara yang unik dan menyenangkan. Tak hanya itu, musik dari lesung juga menyuarakan kreativitas sederhana yang punya nilai estetika dan emosional. Ini menunjukkan bahwa dalam merayakan kemerdekaan, tidak harus menggunakan alat modern atau mewah, tetapi semangat dan kebersamaanlah yang penting. Pengalaman ini bisa menjadi contoh bagi komunitas lain untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang khas dan bermakna.
