Tengah malam, sekitar jam 12 malam saya @David Herson terhubung langsung dengan Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Haryanto, yang sangat responsif.
Bahkan Kapolres belum tidur, untuk bisa berkomunikasi terkait permasalahan yang terjadi terkait pembubaran ibadah GMS yang ada dibantul.
Terimakasih banyak Pak Kapolres, Kiranya Allah Subhanahuwattaala semakin menyertai dalam tugas.
@divhumaspolriofficial
​Polisi hadir untuk mengamankan Jalannya ibadah dan agar suasana keamanan kondusif. Mari kita saling memiliki rasa toleransi antar umat beragama. Yang belum dapat ijin kita bantu perizinananya, yang kesusahan kita bantu agar dipermudah, supaya kita bisa hidup berdampingan satu sama lainnya. 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
​@PRABOWO SUBIANTO @Gibran Rakabuming
#gmabantul #pembubarangereja #davidherson #kabarterdepan #bantul
Dari pengalaman saya, komunikasi yang baik antara pihak keamanan dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif, terutama terkait aktivitas ibadah. Kasus yang melibatkan Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Bantul memperlihatkan bagaimana peran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, namun juga sebagai fasilitator yang membantu proses perizinan agar kegiatan keagamaan dapat berjalan lancar. Saya pernah menyaksikan langsung bagaimana Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Haryanto, tetap sigap dan responsif saat malam hari untuk mendengarkan keluhan dan membantu mengatasi permasalahan yang ada. Hal ini menunjukkan komitmen aparat untuk menjaga keberagaman dan hidup berdampingan dengan damai di masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara Polres, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), dan pemerintah daerah sangat penting sebagai upaya mendorong penyelesaian administrasi perizinan, sehingga umat dapat beribadah tanpa rasa takut dan gangguan. Keberadaan polisi yang mengamankan jalannya ibadah juga menambah rasa aman bagi jemaat dan mendorong toleransi antar umat beragama. Saya juga percaya bahwa dukungan dari tokoh masyarakat dan pejabat daerah seperti Bupati serta motivasi dari aparat kepolisian akan membantu mempercepat proses perijinan sekaligus membangun rasa saling pengertian antar warga. Ini merupakan hal yang sangat diperlukan supaya Bantul bisa menjadi contoh daerah yang harmonis dalam keberagaman. Kisah ini menguatkan saya tentang pentingnya komunikasi aktif, rasa saling menghargai, dan upaya yang terus menerus untuk mempermudah perizinan kegiatan keagamaan. Dengan begitu, seluruh umat dalam masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai dan penuh toleransi, menghindari konflik, dan menumbuhkan kerukunan.
