pohon timun yang kmarin dominan hanya bunga jantan akhirnya di cabut krna sudah layu terus + ga keurus di tinggal pergi, tp sudah tanam baru lagi dan sudah sebesar ini pohonnya, sudah melingkari ajirnya jd keliatan lucu bgt menggantung 😚
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali nanam tanaman timun di kebun mini samping rumah, aku kira bakal langsung lebat buahnya. Ternyata yang muncul malah dominan bunga jantan, lama-lama layu dan akhirnya pohon timun itu aku cabut karena memang nggak keurus, kebetulan sempat ditinggal pergi juga. Dari situ aku belajar kalau pertumbuhan timun itu ada tahapnya dan butuh perhatian, bukan cuma ditanam lalu ditinggal.
Sekarang aku tanam pohon timun baru lagi. Dari awal aku pilih lokasi yang kena cahaya matahari cukup, soalnya timun suka tempat yang terang tapi media tanamnya tetap lembap. Aku pakai kebun mini di samping rumah, jadi tiap hari gampang dipantau. Pas batang atau pokok timun mulai memanjang, aku langsung pasang ajir timun dari bambu supaya sulurnya bisa melingkar rapi dan nggak rebah ke tanah. Lucu banget lihat tanaman timun melilit ajir, kelihatan lebih sehat dan terarah pertumbuhannya.
Buat yang baru pertama kali lihat, mungkin suka nanya, “Tanaman apa ini? Kok merambat, batang hijau, daunnya lebar, buahnya lonjong hijau ada bintik putih?” Nah, itu ciri khas tanaman timun. Saat masih muda, buah timun biasanya hijau muda dengan bintik-bintik putih, lama-lama makin besar dan warnanya menggelap sedikit. Di fotoku juga kelihatan satu buah timun menggantung di ajir bambu, rasanya senang banget karena itu tanda awal panen yang menjanjikan.
Soal perawatan, banyak yang penasaran apakah tanaman timun perlu dipruning (dipangkas). Dari pengalamanku, pruning ringan itu membantu. Aku biasanya buang daun-daun yang sudah tua, menguning, atau yang terlalu rimbun di bagian bawah batang. Tujuannya supaya sirkulasi udara lebih bagus dan energi tanaman lebih fokus ke pertumbuhan bunga betina dan buah. Tapi jangan terlalu agresif memangkas, cukup secukupnya saja, terutama bagian yang kelihatan mengganggu cahaya ke bagian dalam tanaman.
Pertumbuhan timun termasuk cepat kalau kebutuhan air dan nutrisinya tercukupi. Aku siram rutin, tapi tetap jaga supaya media tanam nggak becek. Sesekali aku kasih pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang, hasilnya daun lebih hijau dan batang lebih kokoh. Kalau sudah mulai berbunga, aku perhatikan ada kombinasi bunga jantan dan bunga betina. Bunga betina biasanya sudah ada bakal buah kecil di belakang bunganya, nah itu yang nanti jadi timun.
Pohon timun suri dan timun biasa secara perawatan hampir mirip: sama-sama butuh ajir atau rambatan, sinar matahari cukup, dan media tanam subur. Bedanya di bentuk buah dan rasa, tapi cara mengarahka batang ke ajir, cara siram, dan pengendalian daun rimbun kurang lebih sama.
Menurutku, punya tanaman timun di kebun mini samping rumah itu menyenangkan. Selain bisa lihat pertumbuhan timun tiap hari, dari batang yang masih kecil sampai ada timun menggantung siap panen, kita juga jadi lebih paham karakter tanamannya. Kalau kamu punya pengalaman lain soal ajir timun atau cara pruning yang berbeda, bisa banget dicoba dan disesuaikan dengan kondisi kebun masing-masing. Yang penting, jangan takut gagal. Dari pohon timun yang pertama gagal, justru aku jadi lebih paham cara merawat tanaman timun supaya tumbuh subur dan cepat berbuah.
timunya seger ka🤩