... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali nanam melon dalam pot di kebun rumah, aku juga bingung bedain bunga jantan dan bunga betina melon. Ternyata kalau diperhatiin, bentuknya beda banget. Bunga jantan melon biasanya tumbuh bergerombol, tangkainya panjang, dan di belakang bunganya cuma ada batang kecil. Sementara bunga betina melon ada bakal buah kecil bulat lonjong di belakang bunganya, mirip mini melon. Nah, bakal buah inilah yang nanti bisa jadi melon kalau penyerbukannya berhasil.
Aku tanam melon muda di pot putih ukuran sedang, media tanamnya campuran tanah gembur, kompos, dan sedikit sekam biar poros. Penting banget buat pastiin pot ada lubang drainase, karena akar tanaman melon nggak suka terlalu becek. Setelah bibit melon tumbuh sekitar 3–4 helai daun, aku mulai pasang rambatan bambu supaya tanaman melon merambat ke atas dan nggak rebah ke tanah. Rambatan melon ini bisa pakai bambu, tali rafia, atau jaring tanaman, yang penting kuat menopang batang dan buah nanti.
Untuk bibit melon, aku sempat coba dua cara: dari biji buah melon yang dibeli di pasar dan bibit yang sudah jadi dari toko tanaman. Kalau dari biji, bijinya dikeringkan dulu, lalu disemai di wadah kecil sampai keluar 2 daun sejati, baru dipindah ke pot. Kalau bibit sudah jadi, tinggal pindah tanam ke polybag atau pot besar. Bentuk bibit melon biasanya batangnya ramping, daun hijau lebar, dan mulai muncul sulur-sulur kecil di batang.
Perawatan tanaman melon di kebun rumah menurutku cukup rutin tapi masih aman buat ibu rumah tangga. Setiap hari aku cek daun dan bunga tanaman melon, terutama bunga tanaman melon yang baru muncul. Bunga jantan melon biasanya muncul duluan dan banyak, sedangkan bunga betina menyusul dan jumlahnya lebih sedikit. Kalau di kebunku serangga penyerbuknya sedikit, kadang aku bantu penyerbukan manual: bunga jantan dipetik, lalu serbuk sarinya disentuhkan pelan ke putik bunga melon betina.
Soal penyiraman, tanaman melon dalam pot aku siram 1–2 kali sehari tergantung cuaca. Kalau panas banget, tanah di pot cepat kering, jadi harus rajin cek. Jangan sampai air menggenang, karena akar bisa busuk. Untuk pemupukan, aku nggak pakai tabel pemupukan melon polybag yang ribet, tapi lebih ke cara sederhana: awal tanam pakai pupuk kandang/kompos, lalu sebulan sekali tambah pupuk NPK dosis kecil di sekeliling media tanam.
Semakin hari, pohon melon mulai rimbun dan rambatan melon memenuhi penyangga bambu. Daun hijau lebat dan bunga kuning bermunculan di mana-mana, bikin kebun rumah kelihatan lebih hidup. Rasanya senang banget waktu pertama kali lihat bakal buah melon muda yang mulai membesar. Walau belum panen, punya tanaman melon di kebun rumah itu bikin semangat berkebun, apalagi kalau ditanam dalam pot jadi lebih rapi dan gampang diatur di teras atau halaman kecil.
Buat yang mau coba tanam melon dalam pot, menurutku yang penting: pilih media tanam yang gembur, kasih rambatan yang kuat, rajin perhatiin bunga jantan dan betina melon, dan jangan lupa cek kelembapan tanah. Pelan-pelan saja, nikmati prosesnya. Nanti lama-lama kebun kecil di rumah bisa penuh tanaman melon merambat yang cantik dan semoga berbuah manis.
spill kalo udah panen Bun