Udah kebiasa reporting nyantai di Start Up, tiba-tiba harus reporting pake gaya formal di Korporat?
🚀 Lah, gas ajaaa! Semua bisa kamu lakuin asal kamu tau strateginya.
Swipe sampe habis biar report kamu bisa otomatis di-acc sama si Bos ya 😁
Dalam pengalaman saya, memahami perbedaan budaya dan struktur perusahaan sangat penting saat membuat laporan. Misalnya, di start up, laporan lebih informal dan fokus pada update cepat seperti daily standup. Sebaliknya, di lingkungan korporat, laporan cenderung lebih formal dengan fokus detail seperti KPI, risiko, dan compliance. Selain itu, mengenali siapa yang akan menerima laporan membantu mengatur konten agar tepat sasaran. Di start up, biasanya tim produk, data analyst, dan growth marketing yang hadir dalam meeting. Sedangkan di korporat, laporan dilihat oleh manajer sampai direktur, sehingga diperlukan bahasa yang lebih profesional dan lengkap. Saya juga belajar bahwa frekuensi reporting berbeda; start up menggunakan daily dan weekly update, sedangkan korporat lebih ke weekly, monthly, dan quarterly review. Maka, penting untuk menyesuaikan isi dan penyajian laporan sesuai waktu dan kebutuhan penerima. Jangan lupa untuk selalu menyusun laporan dengan fokus pada data yang relevan dan insight yang mudah dipahami. Gunakan tools seperti Microsoft atau Google Workspace untuk membuat laporan lebih menarik dan mudah diakses. Dengan memahami hal-hal ini, laporan kita tidak hanya cepat di-acc, tapi juga meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan dari atasan dan klien.





