Dunia akuntansi dan perpajakan terus berkembang.

Kalau dulu fokusnya cuma jurnal, neraca, dan PSAK, sekarang perusahaan juga mulai mencari kandidat yang paham tools digital, analisis data, hingga teknologi terbaru.

Artinya, jadi akuntan di era sekarang bukan cuma soal bisa menghitung angka, tapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk bekerja lebih efektif.

Tenang, semua skill itu bisa dipelajari. Yang penting, jangan berhenti belajar. 🚀

Kalau kamu ingin lebih siap menghadapi kebutuhan industri saat ini, yuk mulai upgrade skill bersama Intensive Bootcamp Akuntansi & Perpajakan di Kelas.work!

💬 Menurut kamu, skill apa yang paling wajib dikuasai akuntan di tahun 2026?

#KelasWork #Akuntansi #Perpajakan #FreshGraduate #Accounting

8/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah berkecimpung dalam dunia akuntansi, saya merasakan sendiri perubahan yang sangat signifikan selama beberapa tahun terakhir. Dulu, fokus utama saya memang pada pencatatan jurnal, neraca, dan memahami PSAK secara mendalam. Namun, seiring majunya teknologi, saya mulai menyadari bahwa kemampuan menghitung angka saja tidak cukup. Dalam beberapa kesempatan, saya mencoba menguasai tools digital seperti Excel lanjutan dengan fitur XLOOKUP, Power Query, dan Pivot Table yang sangat membantu percepatan pekerjaan. Tidak hanya itu, penggunaan software seperti Power BI untuk membuat dashboard interaktif, hingga penguasaan SQL untuk query data juga memberikan nilai lebih dalam pengolahan data. Bahkan teknologi seperti SAP, Accurate, Coretax serta penggunaan e-Faktur dan bupot dari DJP Online kini menjadi bagian rutin dalam pekerjaan sehari-hari. Pengalaman mengikuti pelatihan intensif membuat saya lebih percaya diri menghadapi berbagai tantangan baru di pekerjaan. Sekarang, akuntan dituntut tidak hanya memahami angka, tapi juga mampu menganalisis data untuk memberi insight bisnis yang berharga. Hal ini tentu membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan meng-upgrade kemampuan, terlebih dengan adanya standar akuntansi baru seperti IFRS dan BIFRS. Bagi para fresh graduate maupun profesional yang ingin tetap relevan di industri, saya sangat menyarankan untuk memanfaatkan bootcamp atau kursus khusus yang fokus pada penggunaan teknologi digital di akuntansi dan perpajakan. Dengan demikian, tidak hanya menaikkan kompetensi diri tapi juga membuka peluang karier lebih luas di masa depan. Jadi, jika Anda tertarik untuk bertransformasi menjadi akuntan masa depan yang handal, mulailah menguasai alat-alat digital dan teknologi terbaru yang kini menjadi keharusan. Saya yakin, tidak ada kata terlambat untuk belajar dan beradaptasi agar dapat bersaing di dunia profesional yang terus berubah ini.