Ada yg bilang aku nekat..😬

Jujur ya, keputusan lanjut S2 ini nggak datang dari kondisi ideal.

Aku ibu rumah tangga, masih kerja, di rumah ada toddler 22 bulan,

dan sekarang… hamil 6 bulan.

Capek? Banget.

Ragu? Tiap hari.

Bahkan sempat mikir, “Apa aku egois?”

Karena di satu sisi, aku pengin fokus jadi ibu.

Di sisi lain, ada mimpi yang kalau ditunda lagi, entah kapan kesampaian.

Akhirnya aku ambil keputusan ini bukan karena merasa kuat,

tapi karena percaya:

aku boleh bertumbuh tanpa harus menunggu hidup benar-benar sepi.

Ada hari-hari aku ngerjain tugas sambil nahan mual,

ada hari belajar sambil nemenin toddler main,

dan ada hari nangis karena ngerasa nggak maksimal di mana-mana.

Tapi pelan-pelan aku sadar,

aku bukan lagi ngejar “sempurna”,

aku cuma lagi berusaha tetap hidup sebagai diriku sendiri,

di tengah peran sebagai ibu.

IRT lanjut S2 sambil hamil 6 bulan dan ngurus toddler.

Nggak semua orang setuju, dan itu nggak apa-apa.

Aku juga sering ragu,

tapi aku percaya satu hal:

ibu yang bahagia dan bertumbuh,

akan membesarkan anak dengan hati yang lebih utuh 🤍

Buatku, ini bukan soal ambisi.

Ini soal nggak mengubur mimpi hanya karena hidup lagi ramai.

👇 Menurut kamu, keputusan ini nekat atau realistis?

💬 Kalau kamu di posisiku, bakal lanjut atau nunggu?

🤍 Save kalau ceritanya relate

🔁 Share ke ibu lain yang lagi galau ambil keputusan besar

#Hello2026 #Lemon8 #lemon8irt #PengalamanKu #irt

1/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMelanjutkan pendidikan S2 saat sedang mengandung 6 bulan dan mengurus toddler tentu bukan perkara mudah. Dari pengalaman pribadi banyak ibu yang menjalani fase ini, tantangan terbesar biasanya datang dari manajemen waktu dan stamina. Sering kali ibu merasa bersalah ketika merasa kurang maksimal dalam satu peran, baik sebagai mahasiswa maupun ibu rumah tangga. Namun, percaya bahwa ibu yang terus berkembang secara pribadi akan memberikan contoh positif dan energi positif pada anak sangat penting. Saya pernah mendengar cerita dari beberapa ibu yang menunda cita-citanya karena harus mengutamakan keluarga, tapi kemudian merasa menyesal karena kesempatan itu hilang begitu saja. Justru dengan pengaturan yang baik, dukungan dari keluarga, dan penerimaan bahwa kesempurnaan itu tidak harus dicapai sekaligus, ibu dapat menjalaninya dengan lebih ringan. Memang akan ada hari-hari kelelahan, mual selama kehamilan, dan rasa ragu. Tetapi saat ibu bisa menyeimbangkan peran dan tetap berusaha bertumbuh, ini dapat membentuk karakter anak yang kuat dan mandiri. Anak-anak akan belajar dari ibu bagaimana mengejar mimpi meski tidak dalam kondisi ideal. Tentu saja, komunikasi dengan pasangan dan lingkungan juga sangat membantu agar beban tidak terasa sendirian. Bagi ibu lain yang sedang mempertimbangkan keputusan besar seperti ini, penting untuk mengevaluasi kesiapan secara mental dan fisik, serta membangun sistem pendukung. Mengikuti komunitas ibu belajar atau study group juga bisa jadi sumber motivasi dan solusi masalah. Jadi, tidak ada kata nekat kalau keputusan ini diambil dengan pertimbangan dan keyakinan bahwa pertumbuhan diri sejalan dengan kebahagiaan keluarga.

6 komentar

Gambar Lesha's mom
Lesha's mom

hebat kak 👍

Lihat lainnya(1)
Gambar tian jatu
tian jatu

ga nekat kak tp keren 👍

Lihat lainnya(3)

Posting terkait

COWO ILFEEL KALO CEWE BILANG GINI SAAT FIRST DATE‼️
Hai bub✨ Siapa nih yg mau firstdate? Apalagi kalo firsdate nya dibulan ramadhan yg penuh berkah? Sambil bukber sambil menikmati #BerkahnyaRamadhan bertemu doi ya kaan?? Kuy #BelajarBareng aku tentang relationship. Nah aku mau kasih tau ke kalian jangan sekali2 bilang kata2 di atas yaa, yg ada
Nesa Fitriani F

Nesa Fitriani F

26 suka

DENGAN MUDAH NYA KAMU ASAL RIBUT BILANG BYE 😏
#KenanganMasaLalu #DiskusiYuk
Irien Ahmad

Irien Ahmad

147 suka

Lihat lainnya