Persiapanku menghadapi Puasa✨
Hallo Bunda-bunda, terkusus Bumil dan Busui kaya aku hehe.. Siapa disini yang masih dilema tahun ini mau puasa atau libur dulu? Nahh, dari pada mikir berkepanjangan aku kasih saran nih menurut aku.
Menurutku menjadi Ibu hamil dan Ibu Menyusui itu spesial karena Buat bumil dan busui, puasa bukan cuma soal kuat atau nggak kuat.
Tapi soal aman atau nggak untuk ibu dan anak.
Islam memberi keringanan, karena kesehatan ibu dan buah hati itu juga amanah.
Yuk pahami bareng supaya ibadah tetap tenang tanpa rasa bersalah.
1️⃣ Pahami bahwa Ibu Hamil & Menyusui Dapat Rukhsah (Keringanan)
Dalam Islam, bumil dan busui boleh tidak berpuasa jika khawatir:
- Kondisi tubuh ibu melemah
- ASI berkurang drastis
-Janin atau bayi terdampak
➡️ Ini bukan dosa. Ini bentuk kasih sayang Allah pada ibu.
2️⃣ Lihat Kondisi Tubuh, Jangan Bandingkan dengan Ibu Lain karena Setiap kehamilan & masa menyusui beda.
✅ Boleh mencoba puasa jika:
- Tidak ada riwayat komplikasi
- Tidak mudah pusing/lemas berat
- ASI tetap lancar & bayi cukup minum
- Dokter/bidan memperbolehkan
❌ Sebaiknya tidak puasa jika:
- Sering kontraksi, flek, atau lemas berat
- Berat badan janin kurang
- ASI seret & bayi rewel karena kurang minum
- Ibu sampai hampir pingsan/dehidrasi
Perlu diingat ya bunda, Islam tidak menyuruh ibu menyakiti diri demi puasa.
3️⃣ Kalau Memutuskan Puasa, Perhatikan Ini
Saat Sahur:
- Jangan cuma karbo tapu tambahkan juga protein (telur, ayam, tahu, tempe)
- Minum banyak air
- Buah tinggi air (semangka, melon, jeruk)
Saat Berbuka:
- Jangan langsung makan makanan yang berat & berminyak
- Awali air + kurma/buah
- Lanjut makan bergizi seimbang
Malam hari:
Tambahkan minum & camilan sehat supaya energi dan ASI tetap terjaga.
4️⃣ Berhenti Puasa Jika Tubuh Memberi Sinyal Bahaya
Segera batalkan puasa kalau:
- Pusing berat
- Mual hebat
- Gerakan janin berkurang
- ASI terasa sangat sedikit & bayi gelisah
- Lemas sampai gemetar
Perlu diingat bahwa Membatalkan puasa demi kesehatan bukan kegagalan iman, tapi bentuk menjaga amanah.
5️⃣ Bagaimana Gantinya Menurut Syariat?
(Untuk yang tidak puasa)
Secara umum ulama menjelaskan jika tidak puasa karena khawatir kondisi diri sendiri maka cukup qadha (ganti puasa di hari lain). Jika tidak puasa karena khawatir kondisi bayi/janin maka bisa melakukan qadha & fidyah (memberi makan orang miskin)
Untuk detailnya, bisa tanya ustadz/ustadzah setempat biar lebih tenang 🤍
Nah, itu tips-tips dari aku ya bunda, Aku juga menerapkan ini dari tahun lalu karena kondisiku tahun lalu juga menyusui dan tahun ini sedang mengandung. Semoga bermanfaat ya, apabila ada pandangan, pengalaman atau pendapat lain boleh komen ya🤗
#RamadhanGuide #risingstarramadhan #NyataDanBermanfaat #RamadanBermakna #lemon8irt
Sebagai seorang ibu yang sedang hamil dan menyusui, saya pernah juga mengalami kebingungan apakah harus berpuasa atau tidak selama bulan Ramadan. Saya memahami betul bahwa puasa bukan hanya tentang kemampuan menahan lapar dan dahaga, tetapi yang terpenting adalah menjaga kesehatan diri sendiri dan buah hati. Pengalaman saya menunjukkan bahwa sebelum memutuskan untuk berpuasa, saya selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan dan bidan. Mereka membantu saya menilai kondisi tubuh dan janin agar tidak membahayakan kesehatan. Keberadaan rukhsah atau keringanan dalam Islam memang sangat membantu untuk membuat keputusan yang tepat. Saya juga menerapkan pola makan yang seimbang saat sahur dan berbuka. Sahur saya usahakan tidak hanya mengandung karbohidrat, tetapi juga protein seperti telur dan tempe, serta konsumsi buah yang kaya air seperti semangka dan melon agar tubuh mendapat cukup cairan dan energi. Saat berbuka, saya mulai dengan minum air dan kurma, kemudian dilanjutkan makanan bergizi yang tidak terlalu berat dan berminyak agar pencernaan tidak kaget. Perhatian khusus saya berikan pada sinyal tubuh, seperti rasa pusing, lemas, atau berkurangnya gerakan janin. Jika kondisi memburuk, saya tidak ragu untuk membatalkan puasa demi menjaga keselamatan ibu dan bayi. Saya percaya bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk ibadah yang juga dihargai dalam Islam. Selain itu, bagi ibu menyusui, saya selalu pantau kualitas dan kuantitas ASI. Jika ASI menurun drastis dan bayi menjadi rewel, itu tanda untuk menghentikan puasa sementara dan menggantinya di hari lain setelah kondisi membaik. Pengalaman menjalani puasa di masa kehamilan dan menyusui mengajarkan saya pentingnya mendengarkan tubuh dan tidak membandingkan kondisi dengan ibu lain. Setiap kehamilan dan periode menyusui itu unik. Dukungan dari keluarga dan komunitas juga sangat berarti untuk menjaga semangat dan keseimbangan ibadah. Semoga pengalaman pribadi ini bisa menjadi tambahan informasi bagi bunda-bunda lain yang juga sedang mempertimbangkan puasa. Yang terpenting adalah kita berusaha menjaga amanah kesehatan dengan baik supaya ibadah Ramadan bisa berjalan lancar dan penuh makna.

Semangat bundsay semoga kuat puasa sampai akhir❤️sehat sehat kalian berdua❤️