PERUT BAYI BUNCIT ?!
(Jangan lupa di Like dan Bagikan)
✨👇🏻👇🏻👇🏻
PERUT BAYI TERLIHAT BESAR / BUNCIT ?
YUK SIMAK MOMS !
Gak Perlu khawatir ya moms terutama bagi para mama muda yang memiliki bayi newborn Ketika melihat perut anaknya terlihat besar.
Hal itu bisa terjadi karena otot perut bayi masih belum berkembang, atau juga bisa terjadi karena terlalu sering menangis, kekeyangan saat menyusu, atau posisi menyusu yang salah sehingga menimbulkan penimbunan gas di dalam perut bayi.
Nah, untuk mengatasinya, Moms bisa loh melakukan cara berikut:
✅- Pijat ILU (Teknik pijat yang dilakukan terhadap bayi dengan pola huruf I-L-U)
✅- Pijat memutar searah jarum jam pada perut , lalu angkat kedua kaki pada bayi sampai terdengar suara kentutnya.
✅- Sendawakan bayi sehabis menyusui atau bisa berikan minyak telon ke perut bayi.
Namun, jika bayi memiliki gejala muntah, diare, dan demam, moms segera minta bantuan ke dokter ya !
Waktu anakku masuk usia 1 tahun, jujur aku sempat panik banget karena perutnya kelihatan buncit, apalagi kalau habis makan atau minum susu. Awalnya aku kira ada masalah serius, tapi setelah banyak baca dan konsultasi, ternyata kondisi perut anak 1 tahun buncit cukup sering terjadi dan tidak selalu berbahaya. Hal pertama yang aku pelajari, kita perlu lihat dulu apakah ada gejala lain yang menyertai. Kalau perut buncit tapi anak tetap aktif, nafsu makan bagus, tidak demam, tidak muntah, dan BAB-nya masih normal, biasanya lebih ke faktor pencernaan dan otot perut yang belum kuat. Di usia 1 tahun, otot perut anak memang belum sepenuhnya berkembang seperti anak besar, jadi perutnya cenderung tampak lebih besar. Perut anak juga bisa terlihat buncit karena sering kembung. Penyebabnya macam-macam: makan atau minum terlalu cepat, banyak konsumsi makanan yang bikin gas (misalnya minuman bersoda untuk anak besar atau produk olahan susu tertentu), atau posisi saat minum susu dari botol yang kurang pas. Dari pengalamanku, mengatur posisi saat minum susu cukup ngaruh: aku usahakan kepala sedikit lebih tinggi dan sering jeda supaya anak nggak sampai kekeyangan. Aku juga rutin melakukan pijat lembut yang mirip pijat ILU di bagian perut, tetap mengikuti arah jarum jam. Biasanya aku pakai minyak telon tipis saja, lalu pijat pelan sambil ajak anak ngobrol biar dia nyaman. Pijat ini membantu gas keluar, kadang sampai terdengar suara kentut dan anak terlihat lebih lega. Selain itu, aku biasakan anak bergerak aktif, misalnya merangkak, jalan, atau main yang membuat tubuhnya banyak bergerak, karena aktivitas fisik membantu melancarkan pencernaan. Yang penting, kita sebagai orang tua harus peka dengan tanda bahaya. Kalau perut anak 1 tahun buncit disertai muntah berulang, diare, demam, atau anak tampak kesakitan saat perutnya disentuh, jangan tunggu lama-lama, langsung konsultasi ke dokter. Dokter bisa cek apakah ada masalah pencernaan, infeksi, atau hal lain yang perlu penanganan lebih lanjut. Dari pengalaman pribadiku, kuncinya adalah jangan langsung panik. Perhatikan pola makan, kebiasaan minum susu, posisi tidur dan duduk, serta aktivitas harian anak. Kalau ragu, lebih baik tanyakan ke dokter atau bidan supaya kita tenang. Jadi, perut anak 1 tahun buncit itu bisa masih dalam batas normal, asalkan tidak disertai gejala lain yang mengganggu dan perkembangannya tetap sesuai dengan usianya.













































