Myth or Fact about Apple Cider Vinegar (ACV)

Cuka apel (Apple Cider Vinegar) merupakan hasil fermentasi sari apel yang menngandung asam asetat, antioxidant, Dan senyawa biokatif alami.

Cairan ini sering digunakkan sebagai minuman kesehatan alami, bumbu masakan, maupun perawatan kulit. Namun, Banyak claim manfaatnya tidak sepenuhnya terbukti secara ilmiah, sebagian hanya berdasarkan pengalaman pribadi (anecdotal evidence 🧾).

#MitosFakta #TipsLemon8 #Lemon8 #HealthyDiet #lemon8indonesia

2025/10/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pertama kali kenal cuka apel (apple cider vinegar) dari rak supermarket, lihat botol apple cider vinegar dengan label "with mother" dan klaim natural detox, langsung penasaran. Ternyata, apple cider vinegar adalah cuka yang dibuat dari fermentasi sari apel, rasanya asam agak menyengat dan baunya khas banget. Buat yang masih bingung bedanya, cuka apel apple cider vinegar dengan mother itu biasanya ada endapan keruh di dasar botol. Itu bukan basi, tapi kumpulan bakteri baik dan enzim hasil fermentasi. Justru banyak yang cari varian ini karena dianggap lebih "alami". Tapi mau pakai yang dengan mother atau yang bening biasa, kuncinya tetap: cara pakainya harus benar. Aku juga sempat coba beberapa merek, mulai dari cuka apel S&W sampai brand lokal lainnya. Kemasannya macam-macam: ada botol kaca, ada plastik. Aku pribadi lebih suka botol kaca karena terasa lebih awet dan biasanya disarankan disimpan di tempat sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung supaya kualitasnya terjaga. Soal mitos diet, dulu aku sempat percaya kalau minum vinegar apel sebelum makan bisa bikin cepat kurus. Realitanya, tanpa pola makan sehat dan olahraga, efeknya kecil banget. ACV lebih ke bantu sedikit mengontrol nafsu makan atau bikin kenyang lebih lama, tapi bukan fat burner ajaib. Jadi kalau tujuannya turun berat badan, jangan cuma mengandalkan satu botol apple cider vinegar. Ada juga yang pakai cuka apel buat jerawat. Dari pengalamanku, pakai langsung ke kulit itu terlalu keras, apalagi kalau kulit sensitif. Pernah coba oles tipis yang sudah diencerkan, hasilnya agak perih dan kemerahan. Jadi sekarang aku lebih hati-hati dan pilih pakai di area tubuh lain dulu kalau mau tes reaksi kulit. Buat yang baru mau mencoba: jangan minum cuka apel langsung dari botol, selalu campur dulu dengan air. Aku biasanya pakai 1–2 sdt dalam segelas besar air. Lebih enak kalau diminum pakai sedotan supaya nggak terlalu banyak kena gigi, karena sifatnya asam bisa mengikis enamel kalau kebanyakan. Setelah itu aku biasanya kumur pakai air putih biasa. Kalau kamu beli cuka epal apple cider vinegar dan lihat ada sedikit buih atau gelembung saat dikocok, itu biasanya normal karena proses fermentasi dan perubahan tekanan. Selama tidak berbau aneh atau berubah warna ekstrem, umumnya masih aman, tapi selalu cek tanggal kedaluwarsa dan kondisi segel botol. Yang paling penting: jangan campur minum cuka apel dengan obat-obatan tertentu tanpa konsultasi dokter, karena bisa mengganggu kerja obat atau kadar kalium di tubuh. Dan kalau punya masalah lambung, maag, atau GERD, sebaiknya ekstra hati-hati atau konsultasi dulu sebelum ikut-ikutan tren minum apple cider vinegar Indonesia yang lagi booming di media sosial.

Cari ·
skintific peeling