tetap bersyukur
Aku dulu sering banget ngerasa kurang terus. Rasanya hidup orang lain selalu lebih enak: gaji lebih besar, jalan-jalan ke mana-mana, punya barang bagus. Sampai suatu hari dengar nasihat KH Bahauddin Nursalim tentang cara menjaga hati: "kamu jangan sering melihat orang lain yang secara lahir mungkin lebih tinggi". Itu ngena banget. Pelan-pelan aku coba praktik. Aku mulai batasi mata dan pikiranku buat nggak terlalu sering bandingin hidup sendiri sama orang lain. Kalau scroll medsos dan mulai ngerasa iri, aku langsung stop, tutup aplikasi, lalu lihat sekeliling: keluarga, teman, kesehatan, kesempatan kerja, bahkan hal kecil kayak masih bisa makan enak hari itu. Ternyata bener, kalau kita nggak bisa ngelola hati, yang ada malah dengki dan nggak bisa bersyukur. Dari situ aku belajar: mata ini harus dibatesin, jangan kebanyakan lihat hal-hal yang potensinya cuma bikin kita nggak syukur. Bukan berarti nggak boleh punya cita-cita atau pengin sukses, tapi bedain antara motivasi dan iri. Kalau habis lihat sesuatu kita malah jadi gelisah, marah sama keadaan, atau jadi ngerendahin diri sendiri, mungkin itu tanda kita harus mundur sebentar. Sekarang, setiap kali perasaan iri mulai muncul, aku biasakan tanya diri sendiri: "Nikmat apa yang hari ini sudah aku dapat tapi belum aku syukuri?" Jawabannya sering sederhana: masih bisa napas, punya tempat tinggal, ada teman buat diajak cerita, masih dikasih kesempatan belajar. Hal-hal kayak gitu bikin hati lebih enteng. Buat kamu yang lagi belajar tetap bersyukur juga, mungkin bisa coba beberapa hal ini: 1. Batasi "mata": kalau tahu suatu akun atau lingkungan sering bikin kamu ngerasa kecil, nggak ada salahnya di-mute dulu. 2. Tulis 3 hal yang bisa kamu syukuri setiap hari, sekecil apa pun itu. 3. Ingat nasihat tadi: jangan sering melihat orang lain yang secara lahir lebih tinggi, fokus ke perbaikan diri sendiri. Bersyukur itu bukan berarti hidup kita sempurna, tapi belajar menerima sambil tetap berusaha. Pelan-pelan aja, yang penting hatinya dijaga biar nggak gampang dengki dan tetap bisa bilang: "hari ini aku tetap bersyukur."

























