Reog Ponorogo
Reog Ponorogo Show di CFD Jkt, acr Dirjen Kantor Pajak, utk Reservasi acr Hub: 081574258482
Sebagai orang yang suka nonton pertunjukan tradisional di CFD Jakarta, Reog Ponorogo selalu jadi salah satu yang paling bikin merinding bangga. Banyak yang cuma tahu kalau Reog itu dari Ponorogo, Jawa Timur, tapi nggak terlalu paham cerita rakyat dan makna di balik setiap gerakannya. Reog Ponorogo berasal dari daerah Ponorogo di Jawa Timur dan sudah lama banget jadi bagian dari budaya masyarakat sana. Di balik tarian yang kelihatan gagah itu, ada cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat. Versi yang paling sering diceritakan biasanya berkaitan dengan kisah Raja Klono Sewandono dari Kerajaan Bantarangin yang ingin melamar Putri Kediri, serta sosok Singo Barong yang digambarkan sebagai raja yang angkuh dan kejam. Dari situ muncul tokoh-tokoh penting dalam Reog seperti Barongan (Singo Barong), Jathil, Warok, dan Bujang Ganong. Pengalaman pribadi waktu nonton di CFD Jakarta, suasananya beda banget dibanding cuma lihat di video. Begitu suara kendang, gong, dan terompet mulai, orang-orang di sekitar langsung kumpul. Anak-anak sampai bengong lihat dadak merak yang besar dan berat, bisa tinggi menjulang dengan bulu-bulu merak yang cantik. Konon, topeng Singo Barong atau dadak merak itu beratnya bisa puluhan kilo dan ditopang hanya dengan gigi penarinya. Pas lihat langsung di Jakarta, aku benar-benar kagum sama kekuatan dan latihannya. Yang menarik dari cerita rakyat Reog Ponorogo juga adalah figur Warok, sosok yang digambarkan punya ilmu lahir batin dan jadi panutan masyarakat. Dalam pertunjukan, Warok biasanya tampil dengan pakaian serba hitam dan gerakan yang mantap, melambangkan keberanian dan keteguhan hati. Lalu ada Jathil, penari berkuda yang dulu digambarkan sebagai prajurit gagah berani. Di beberapa pertunjukan modern, Jathil sering dibawakan oleh penari perempuan sehingga kesannya jadi lebih luwes, tapi tetap enerjik. Ketika Reog tampil di kota besar seperti Jakarta, misalnya di CFD, menurutku ini jadi cara yang bagus untuk ngenalin budaya daerah ke orang-orang yang mungkin belum pernah ke Ponorogo. Banyak yang awalnya cuma lewat, tapi akhirnya berhenti nonton sampai selesai karena penasaran dengan alur ceritanya. Biasanya setelah penampilan, panitia atau pengisi acara juga kasih sedikit penjelasan tentang asal usul dan cerita singkatnya, jadi penonton nggak cuma terhibur, tapi juga belajar. Kalau kamu tertarik menghadirkan Reog Ponorogo untuk acara kantor, komunitas, atau event di Jakarta, sekarang lebih mudah karena sudah banyak sanggar dan paguyuban Reog yang sering tampil di CFD dan acara resmi. Tinggal hubungi pihak penyelenggara atau grup Reog yang biasa tampil di area Jakarta, biasanya mereka sudah terbiasa handle acara instansi maupun komunitas. Menurutku, nonton Reog Ponorogo secara langsung, terutama di ruang terbuka seperti CFD, bikin kita makin sadar kalau budaya Indonesia itu kaya banget. Dari satu pertunjukan saja, kita bisa dapat cerita rakyat, nilai moral, seni tari, musik tradisional, sampai kostum yang rumit. Jadi kalau suatu hari kamu lagi di CFD Jakarta dan lihat ada pagelaran Reog Ponorogo, sempatkan berhenti sebentar dan nikmati pertunjukannya dari awal sampai akhir.































