Kolaborasi terbaru antara POP ICE dan JKT48 mendadak menjadi perbincangan panas di media sosial, terutama di platform X (Twitter).
Bukan karena visual atau konsepnya yang menarik, tetapi karena iklan tersebut diduga menjiplak konsep MV “O.O” milik NMIXX.
Dalam video iklan yang dirilis, netizen menemukan sejumlah kemiripan mencolok dengan MV “O.O”, mulai dari set warna-warni, transisi cepat, konsep hyper-pop, hingga beberapa sudut pengambilan gambar yang dianggap identik.
Hal ini membuat banyak penggemar K-pop, terutama NSWER (fans NMIXX), merasa tidak nyaman dan langsung membandingkan kedua video tersebut.
Meski berkolaborasi dengan JKT48, fans menegaskan bahwa protes ditujukan kepada POP ICE sebagai brand, bukan kepada para member JKT48 yang hanya bertindak sebagai talent.
Banyak fans menyayangkan keputusan kreatif tim produksi iklan yang dianggap terlalu mirip dengan karya JYP Entertainment tersebut.
Hingga kini, pihak POP ICE maupun tim produksi iklan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan plagiat tersebut.
Kolaborasi yang seharusnya menjadi langkah promosi besar kini justru menuai kritik dan publik menunggu apakah POP ICE akan merespons tuduhan tersebut atau memberikan klarifikasi terkait konsep iklan mereka.
Bagaimana menurutmu?
Sc X @/NMXXED
#NMIXX #POPICE #JKT48 #Kpopchart
Situasi dugaan plagiat iklan POP ICE x JKT48 yang menyerupai MV 'O.O' karya NMIXX telah memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar K-pop dan publik. Pada dasarnya, iklan kolaborasi seharusnya menjadi media promosi yang orisinil dan menarik untuk memperkuat brand awareness. Namun, kemunculan kemiripan visual, seperti set warna-warni mencolok, transisi cepat, hingga konsep hyper-pop yang khas membuat banyak penikmat K-pop merasa kurang nyaman dan menganggapnya sebagai bentuk plagiasi. Fenomena ini menggambarkan betapa pentingnya orisinalitas dalam proses produksi konten iklan, terutama saat melibatkan figur publik seperti JKT48 yang merupakan idol grup besar di Indonesia. Kritikan yang diarahkan tidak kepada para member JKT48 sebagai talent, melainkan pada brand POP ICE dan tim kreatif di balik iklan tersebut, menunjukkan bahwa para penggemar sangat menghargai karya asli dan tidak ingin industri hiburan tenggelam dalam isu penjiplakan. Selain itu, reaksi fans NSWER yang merupakan penggemar loyal NMIXX, mempertegas bahwa konsep MV 'O.O' yang unik dengan gaya hyper-pop, lighting, dan pengambilan gambar tertentu adalah karya orisinil yang sepatutnya dihargai. Dugaan plagiat ini tidak hanya jadi isu soal kreativitas, tetapi juga menyentuh ranah etika produksi dan perlindungan hak cipta dalam industri hiburan. Sampai saat ini, belum ada respons atau klarifikasi resmi dari POP ICE maupun tim produksi iklan mengenai tuduhan ini. Hal ini meninggalkan publik dan fans dalam ketidakpastian, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi brand dan agensi untuk lebih berhati-hati dalam merancang konsep agar sesuai dengan nilai orisinalitas dan menghargai karya kreatif lain. Bagi pembaca, fenomena ini bisa menjadi pengingat untuk selalu kritis dalam menilai iklan maupun produksi artistik lainnya serta untuk mendukung karya asli sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaku industri hiburan. Selain itu, kolaborasi antar brand dan idol sebaiknya tetap menjaga sensitivitas budaya dan hak cipta agar tidak menimbulkan masalah yang dapat merugikan semua pihak.











































