2/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertama kali kenal qizha, aku kaget karena warna selainya hitam pekat, tapi justru di situ uniknya. Qizha ini selai tradisional dari Palestina yang bahan utamanya habbatussauda (jinten hitam), wijen sangrai, madu, dan minyak zaitun. Rasanya perpaduan pahit, legit, dan sedikit nutty dari wijen. Cara makannya gimana? Paling simpel, aku biasanya oleskan qizha di roti tawar hangat atau roti gandum. Kadang aku tambahkan sedikit madu lagi di atasnya kalau pengin rasa lebih manis. Buat yang belum terbiasa dengan rasa habbatussauda, trikku adalah pakai tipis dulu, jangan terlalu banyak, lama‑lama lidah bakal lebih terbiasa. Selain untuk dioles, qizha juga enak dijadikan campuran adonan cake atau cookies. Aku pernah coba masukkan 1–2 sdm qizha ke adonan brownies, hasilnya warna brownies jadi lebih gelap dan ada aroma khas habbatussauda yang wangi. Bisa juga dicampur ke dalam oatmeal hangat, lalu tambahkan irisan pisang atau kurma biar lebih ramah di lidah anak-anak. Kalau mau cara praktis, qizha juga bisa diseduh. Biasanya aku ambil sekitar 1 sdt qizha, lalu seduh dengan air hangat atau susu hangat, aduk sampai larut. Rasanya mirip minuman herbal manis dengan aftertaste jinten hitam. Tapi ini balik lagi ke selera masing-masing, ada yang suka, ada yang lebih nyaman menjadikannya sebagai selai saja. Soal manfaat, banyak yang mengenal habbatussauda sebagai "obat dari segala penyakit kecuali kematian" berdasarkan hadis yang sering dikutip. Tapi aku pribadi tetap anggap qizha ini sebagai ikhtiar tambahan saja, bukan pengganti obat. Setiap kali mau konsumsi rutin, apalagi kalau punya penyakit tertentu atau sedang minum obat dokter, aku selalu sarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter. Di foto juga aku tulis jelas, apa pun jenis penyakitnya, tetap harus konsul dengan tenaga medis sebelum konsumsi herbal apa pun. Tips dari pengalamanku: panggang dulu habbatussauda dan wijennya sampai wangi, jangan sampai gosong. Setelah itu baru diblender/chopper bersama madu dan minyak zaitun sampai teksturnya halus seperti selai. Simpan qizha di wadah kaca bersih dan kedap, lalu taruh di kulkas supaya awet. Biasanya aku habiskan dalam 1–2 minggu. Kalau kamu penasaran sama qizha, bisa mulai dari porsi kecil dulu dan lihat cocok atau tidak di lidah dan tubuhmu. Yang penting, nikmati sebagai bagian dari gaya hidup sehat, tetap jaga pola makan, tidur cukup, dan jangan lupa cek kesehatan rutin ke dokter. Selamat mencoba qizha selai habbatussauda ala Palestina versi rumahan ini!