Learning grammar is not only about memorizing rules but also about mastering the structure of English communication. When preparing for the TOEFL, grammar becomes your foundation because it helps you build clear and accurate sentences.
A strong grammar skill allows you to express complex ideas easily, both in writing and speaking sections. Many students underestimate grammar, but it’s actually the secret weapon for achieving a high score.
For example, in the writing test, correct tenses and sentence connectors show your academic English ability. In the speaking test, grammar helps your sentences sound natural and confident.
Without grammar, even a good vocabulary can sound confusing or incorrect. By practicing grammar every day, you train your brain to think in English naturally.
The more you understand grammar, the easier it becomes to listen, read, write, and speak fluently. Remember, grammar is not your enemy but it’s your best friend for success in TOEFL and beyond.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali belajar IELTS Speaking, aku sering bingung bedain kata kerja biasa dengan phrasal verb. Padahal, di banyak jawaban native yang aku baca di Quora English, mereka hampir selalu pakai phrasal verb, bukan kata kerja yang kaku. Nah, di sini aku mau sharing beberapa hal tambahan yang menurutku penting, terutama buat kamu yang lagi cari arti kata seperti "abruptly artinya", "few days artinya", "maksud interrupt", dan juga kebingungan soal terjemahan "allow".
1. Abruptly artinya apa sih?
"Abruptly" artinya secara tiba-tiba, mendadak, tanpa persiapan. Di IELTS Speaking, kamu bisa pakai kata ini untuk menggambarkan perubahan situasi.
Contoh:
"The meeting ended abruptly because of the technical problem."
( Rapat berakhir mendadak karena masalah teknis.)
Kalau mau lebih natural, kamu bisa juga kombinasikan dengan phrasal verb, misalnya:
"The interview was cut off abruptly due to a poor internet connection."
( Wawancara tiba-tiba terputus karena koneksi internet yang buruk.)
2. Few days artinya dan cara pakainya
"Few days" artinya beberapa hari (jumlah yang sedikit). Bedakan dengan "a few days" yang nuansanya sedikit tapi cukup.
Contoh di IELTS Speaking:
"I need a few days to think over the offer before I make a decision."
(Aku butuh beberapa hari untuk mempertimbangkan tawaran itu sebelum membuat keputusan.)
Di sini, kamu bisa lihat phrasal verb "think over" yang artinya sama dengan "consider". Jadi daripada bilang:
"I need time to consider the offer."
Kamu bisa bilang:
"I need a few days to think over the offer."
Kedengarannya lebih natural dan skor leksikal bisa naik.
3. Terjemahan allow dalam konteks Speaking
"Allow" artinya mengizinkan. Tapi di Speaking, biar lebih variatif kamu bisa gabungkan dengan phrasal verb.
Contoh:
"My parents allowed me to take on a part-time job when I was in college."
(Orang tuaku mengizinkanku untuk mengambil pekerjaan paruh waktu saat kuliah.)
"Take on" di sini artinya "accept" atau "memikul/mengambil" tanggung jawab. Jadi kalimatmu terasa lebih kaya, bukan cuma pakai kata kerja dasar.
4. Maksud interrupt dan hubungannya dengan "cut in"
"Interrupt" artinya menyela, memotong pembicaraan orang lain. Dalam bentuk phrasal verb, kamu bisa pakai "cut in".
Contoh:
"I felt annoyed when he kept cutting in while I was speaking."
(Aku merasa terganggu ketika dia terus saja menyela saat aku berbicara.)
Ini bisa kamu gunakan di IELTS Speaking Part 2 atau 3 saat kamu menceritakan pengalaman tidak menyenangkan.
5. Hubungkan dengan jawaban IELTS Speaking-mu
Supaya semua kosakata ini benar-benar kepakai, coba buat jawaban singkat dengan menggabungkan beberapa kata tadi.
Contoh mini jawaban:
"A few days ago, I was having an online meeting that ended abruptly because one of my colleagues cut in and caused some misunderstanding. Fortunately, my manager allowed me to take on the responsibility to clarify the situation, so I think it was a good learning experience."
Di jawaban ini kamu sudah pakai: a few days, ended abruptly, cut in, allowed, take on. Itu semua menunjukkan kalau kamu bisa menggunakan vocabulary secara presisi dan fleksibel, bukan asal tempel.
Menurut pengalamanku, cara paling efektif menguasai phrasal verbs adalah dengan:
- Menyalin contoh jawaban pendek seperti di atas.
- Menterjemahkannya ke bahasa Indonesia.
- Lalu mengubah detail ceritanya biar sesuai pengalamanmu sendiri.
Kalau kamu sering baca jawaban-jawaban di Quora English dan lalu mempraktikkannya di speaking practice, lama-lama otakmu otomatis kepikiran phrasal verbs duluan ketika mau menjawab. Itulah yang dicari examiner IELTS: penggunaan bahasa yang alami, bukan hafalan semata.