Siapa yang belum tau si MACAN PUTIH VIRAL ini?! Yup, betul ini di Kediri, tepatnya di desa Balongjeruk kecamatan Kunjang. Kebetulan pas kami ke sana bertepatan dengan CFD pertama di S3MAPUT (Simpang Tiga Macan Putih 😬) jadi kondisi ruame bianget, kayaknya semua warga Balongjeruk tumplek blek disana 🤣
Masyarakat desa memang butuh wadah utk berekspresi, makanya ketika ada suatu "tontonan" antusiasme mereka sangat tinggi. Yang awalnya jalanan situ sepi (krn ya ndeso dan masih banyak sawah kiri kanan), sekarang jadi ruame dan macet. Yup, deso Balongjeruk macet gaess 😁
BTW, saya asli Balongjeruk tapi sudah belasan tahun merantau ke kota lain. Pulang ke sana pas ada urusan/moment2 penting gitu, karena cuma tinggal si Mbah di sana.
Pencipta Macan Viral ini namanya Mbah Suwari (saya biasa manggil Kang Suwari). Dulu seingat saya beliau biasa "nggambuhi" jaranan. Beliau suka sepedaan onthel dan teman ngopi sama mbahkung saya, jadi agak kenal dikit 😬
Meskipun Patung Macan ini banyak kontroversialnya, tapi menurut saya ada sisi positif atas ke-viral-annya.
Menurut kalian gimana gaiss?? Tapi jujur emang ngakakk liatnya 🤣 Atau ada yg udah foto juga sama Macan Gemoy ini? Share dong ! 😁
... Baca selengkapnyaMacan Putih viral bukan hanya sebatas patung biasa di Balongjeruk, Kediri, tapi sudah menjadi simbol kreativitas dan kebanggaan masyarakat lokal. Saya sendiri merasakan bagaimana suasana desa berubah drastis saat ada event di sekitar patung tersebut. Dari jalanan yang biasanya lengang dan dikelilingi sawah, menjadi padat dan penuh dengan kendaraan serta pengunjung.
Mbah Suwari, pencipta patung ini, memiliki latar belakang yang sederhana namun produktif dalam berkarya. Menurut cerita yang saya dengar dari orang sekitar, beliau dulu aktif di kegiatan budaya seperti jaranan dan juga menikmati kegiatan santai seperti bersepeda onthel. Patung Macan Putih yang beliau buat memang memicu beragam reaksi, namun dari sisi saya, hal ini membawa dampak positif dengan menarik minat wisatawan dan menggerakkan aktivitas warga desa.
Kehadiran Macan Putih di Balongjeruk menjadi momen penting untuk warga bisa saling berkumpul dan berekspresi. Pada saat car free day pertama di kawasan Simpang Tiga Macan Putih, terlihat jelas bagaimana desa ini penuh dengan tawa dan kegembiraan yang jarang kami alami sebelumnya. Banyak pengunjung yang semangat berfoto di depan patung putih dengan garis hitam itu, berbagi momen bahagia di media sosial.
Bagi saya, Macan Putih bukan hanya sekedar patung, tapi juga lambang kesukesan kecil yang lahir dari tangan dingin Mbah Suwari dan semangat warga desa yang mendukungnya. Dari cerita dan pengalaman saya, saya yakin Macan Putih akan terus menjadi ikon yang membawa warna tersendiri bagi masyarakat Balongjeruk dan Kediri secara umum.
Kalau kamu pernah berkunjung ke sana atau lihat patung ini, yuk share ceritamu juga! Apa kesan unik yang kamu dapat? Biarkan cerita kebersamaan dan kreativitas ini terus tumbuh dan jadi inspirasi bagi banyak orang.
wkwkwkwkwkwk... maaf kak.. aku emang selalu ketawa kalau liat patung macan ini. tapi bukannya itu malah ada hikmah yg dipetik.. bikin ketawa org yg melihat. dan buktinya banyak yg foto disana. iya kan kak 🤩👍❤️
wkwkwkwkwkwk... maaf kak.. aku emang selalu ketawa kalau liat patung macan ini. tapi bukannya itu malah ada hikmah yg dipetik.. bikin ketawa org yg melihat. dan buktinya banyak yg foto disana. iya kan kak 🤩👍❤️