Buat kamu, aku, dan mereka yang merasa hampa

2025/8/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, aku juga pernah (dan masih sering) ada di fase merasa hampa. Scroll media sosial, ketemu banyak stiker galau anime yang isinya kayak nyuarain isi hati: anak cowok pakai headphone, duduk di tepi kasur, lihat langit malam penuh bintang sambil bertanya, “Hidup ini candaan Tuhan ya?” dan sebagainya. Awalnya kupikir itu cuma estetik, tapi lama-lama aku sadar, ternyata banyak banget orang yang ngerasain hal yang sama. Buat kamu yang suka pakai stiker galau anime di chat atau status, mungkin itu salah satu cara halus buat bilang, “Aku capek, tapi nggak tahu harus cerita ke siapa.” Ada ilustrasi cowok duduk dekat jendela, pegang cangkir, lihat hujan turun. Caption-nya biasanya tentang usaha yang terasa sia-sia, rasa bingung, dan pertanyaan, “Kenapa sih hidupku gini-gini aja?” Dan itu valid. Rasa itu manusiawi. Tapi pelan-pelan aku belajar: perasaan galau itu jangan cuma dijadikan hiasan chat atau status. Boleh pakai stiker galau anime, tapi jadikan itu pengingat kalau kita lagi butuh istirahat, butuh ngobrol sama diri sendiri, dan terutama sama Tuhan. Di salah satu ilustrasi yang mirip banget sama suasana hati itu, ada cowok berdiri sendirian di jalanan basah saat hujan malam hari, dengan teks tentang perasaan hampa dan pertanyaan eksistensial. Dulu aku cuma simpan sebagai stiker favorit. Sekarang, tiap lihat itu, aku pakai momen itu buat tarik napas panjang dan doa singkat: “Ya Tuhan, kalau ini bagian dari rencana-Mu, tolong kuatkan aku.” Ada juga gambar cowok menengadah ke langit saat hujan, teksnya mengingatkan kalau kita sering merasa “terlalu hebat” menilai rencana Tuhan. Itu nyelekit banget. Karena seringnya, kita cuma lihat potongan kecil hidup kita, terus langsung menyimpulkan Tuhan nggak adil. Padahal mungkin, Tuhan lagi nyusun sesuatu yang lebih besar dari yang kita sangka. Kita lagi diminta sabar sebentar, tapi rasanya kayak disuruh nunggu selamanya. Kalau kamu suka stiker anime yang duduk di jendela baca buku, dengan langit malam berbintang di belakang, coba bayangin itu sebagai versi dirimu yang lagi belajar pelan-pelan percaya lagi sama Tuhan. Hidup memang perjalanan panjang yang harus diisi. Bisa dengan keluhan, bisa juga dengan cerita indah, syukur, dan keberanian buat bangkit meski pelan. Aku juga pernah di titik cuma mau menyerah, nggak percaya sama apa pun lagi. Gambar cowok duduk di lantai ruangan gelap, nunduk sedih, itu kayak cerminan hari-hari tergelapku. Tapi di satu sisi lain, ada ilustrasi siluet seorang pria yang tetap melangkah di jalan, dengan teks nasihat buat tetap berada di jalan Tuhan supaya bisa nemu jalan keluar. Pelan-pelan aku sadar: mungkin Tuhan nggak langsung angkat semua masalahku, tapi Dia kasih petunjuk kecil lewat orang-orang, lewat kejadian, bahkan lewat hal sesederhana stiker yang nyentuh hati. Kalau kamu lagi di fase hampa, cobalah sesekali keluar, lihat langit malam, kayak ilustrasi cowok rebahan di rumput sambil menatap bintang. Rasakan udara, dengar suara sekitar. Ucapkan satu kalimat sederhana, “Terima kasih, aku masih hidup sampai hari ini.” Bukan berarti masalahmu selesai, tapi itu langkah kecil buat berdamai sama diri sendiri. Dan kalau kamu suka kirim stiker galau anime ke teman, coba sekali dua kali selipkan juga kalimat, “Kalau kamu capek, boleh cerita ya.” Kadang kita nggak butuh solusi, cuma butuh tahu kalau kita nggak sendirian di tengah hujan. Hidup memang bukan selalu bahagia, tapi bukan candaan kejam juga. Mungkin, ini cuma perjalanan panjang yang Tuhan kasih, supaya suatu hari nanti, kita bisa lihat ke belakang dan berkata, “Ternyata aku sekuat itu.” Sampai hari itu datang, nggak apa-apa kok kalau kamu masih galau, masih pakai stiker anime buat meluapkan rasa. Yang penting, jangan benar-benar lepas dari jalan Tuhan dan jangan berhenti percaya bahwa ada makna di balik semua hampa yang kamu rasakan sekarang.