Konflik Nikita Mirzani vs Fitri Salhuteru & Dhena Devanka Makin Memanas
Perseteruan panjang antara Fitri Salhuteru dan Nikita Mirzani kembali memanas. Kali ini, Fitri turut menyoroti langkah anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang mendampingi pihak Nikita Mirzani melaporkan dugaan pelanggaran etik proses peradilan ke Komisi Yudisial.
Fitri menilai tindakan Rieke tidak mencerminkan prinsip keadilan yang utuh.
Sebelumnya, Rieke Diah Pitaloka bersama tim kuasa hukum dan keluarga Nikita mendatangi Komisi Yudisial untuk melaporkan dugaan kejanggalan dalam proses hukum perkara dugaan pemerasan terhadap Reza Gladys.
Konflik antara Fitri Salhuteru dan Nikita Mirzani semakin memuncak menjelang sidang kasus dugaan perusakan rumah kontrakan milik Dhena Devanka di Pengadilan Negeri Depok pada 18 November 2025 lalu.
Kehadiran Nikita Mirzani sebagai saksi meringankan untuk pihak Dinna Olivia disebut menjadi pemantik baru yang membuat perseteruan lama kembali membara.
Tanpa menyebut nama secara langsung, publik meyakini sindiran Fitri jelas diarahkan kepada Nikita.
Fitri menegaskan dirinya akan tetap berdiri di pihak Dhena Devanka hingga seluruh proses hukum selesai.
Tak berhenti sampai di situ, Fitri juga menyinggung status hukum Nikita yang kala itu tengah ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur terkait kasus dugaan pemerasan terhadap Reza Gladys.
Dalam sidang tersebut, Nikita Mirzani hadir sebagai saksi fakta untuk meringankan Dinna Olivia dan Kiki Jassin. Karena masih berstatus tahanan, Nikita memberikan kesaksiannya secara daring dari Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Kuasa hukum Dinna Olivia, Sri Sinduwati, menyebut kesaksian Nikita penting karena ia mengikuti dinamika rumah tangga Dinna dan Anton Subowo sejak lama.
Menurut pihak Dinna, Nikita mengetahui secara langsung konflik rumah tangga antara Dinna Olivia dan Anton Subowo, termasuk dugaan hubungan Anton dengan Dhena Devanka yang disebut telah berlangsung jauh sebelum gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan diajukan pada 12 April 2023.
Sebelum ditahan, Nikita memang beberapa kali tampil membela Dinna. Ia bahkan secara terbuka menyebut Dhena Devanka sebagai “pelakor”, “wanita simpanan”, dan “jual diri”.
Nikita juga menuding hubungan Dhena dan Anton berlangsung di rumah kontrakan kawasan Raffles Hills, Cibubur, Depok saat Anton masih menjadi suami sah Dinna.
Kasus ini berakar dari konflik rumah tangga panjang antara Dinna Olivia dan pengusaha Anton Subowo.
Dinna dan Anton menikah pada 5 Juni 2008 di New Delhi, India. Namun rumah tangga mereka disebut mulai retak sejak 2011 dan resmi berpisah ranjang pada 2016.
Di saat bersamaan, kedekatan Anton dengan Dhena mulai ramai dibicarakan.
Dhena sendiri kala itu masih berstatus istri aktor Jonathan Frizzy atau Ijonk. Rumah tangga Dhena dan Ijonk akhirnya berakhir dengan perceraian pada 17 Februari 2022.
Situasi semakin panas setelah muncul anak ketiga Dhena, Zayn Jowden, disebut sebagai anak biologis Anton. Rumor tersebut bahkan disebut sempat memicu permintaan tes DNA dari Ijonk, meski hasilnya tidak pernah dipublikasikan.
Puncak konflik terjadi pada 24 Desember 2022 ketika Dinna Olivia mengaku memergoki Anton bersama Dhena di rumah kontrakan kawasan Raffles Hills, Cibubur, Depok.
Peristiwa itu kemudian berujung pada laporan dugaan KDRT, laporan dugaan perzinahan, dan kasus dugaan perusakan rumah kontrakan.
Dalam kasus terakhir inilah Dinna Olivia dan Kiki Jassin akhirnya menjadi terdakwa.
Perseteruan Fitri Salhuteru dan Nikita Mirzani sendiri sudah berlangsung sejak 2023. Hubungan keduanya retak setelah Fitri menolak membantu Nikita dalam konflik keluarga yang melibatkan mantan suaminya, Antonio Dedola, dan putrinya, Lolly.
Masuknya Dhena Devanka ke lingkaran pertemanan Fitri disebut memperkeruh keadaan. Sejak saat itu, Fitri semakin dekat dengan kubu yang selama ini berseberangan dengan Nikita.
Nama-nama yang kini kerap dikaitkan berada di lingkaran tersebut antara lain Marissya Icha, Shella Saukia, Angel Lelga, Isa Zega, dan Reza Gladys.
#nikitamirzani #nikitamirzanimawardi #nikmir #fitrisalhuteru #fypシ゚viral
Konflik ini tidak hanya menjadi perhatian publik karena nama-nama besar yang terlibat, tetapi juga karena melibatkan berbagai aspek hukum dan sosial yang kompleks. Berdasarkan pengalaman pribadi saya mengikuti perkembangan kasus semacam ini, perseteruan yang berlangsung lama sering kali menghadirkan sisi emosional yang kuat, baik dari para pelaku maupun pendukung mereka. Hal ini terlihat jelas dalam sikap Fitri Salhuteru yang memilih berdiri teguh mendukung Dhena Devanka, sementara Nikita Mirzani berperan aktif memberikan kesaksian untuk pihak lawan. Saya juga mengamati bagaimana kehadiran politikus seperti Rieke Diah Pitaloka yang mendampingi pihak Nikita Mirzani dalam pelaporan dugaan pelanggaran etik proses peradilan menambah dimensi baru pada konflik ini. Ini menunjukkan bahwa kasus ini bukan sekadar pertikaian pribadi, tetapi juga terkait dengan prosedur hukum dan keadilan yang lebih luas. Dari sudut pandang sosial, istilah "pelakor" dan "wanita simpanan" yang digunakan Nikita pada Dhena menimbulkan kontroversi dan memperkeruh suasana, mencerminkan bagaimana stigma sosial kerap mewarnai konflik personal yang disorot media. Namun, penting untuk diingat bahwa semua pihak masih dalam proses hukum dan belum ada putusan final, sehingga publik harus berhati-hati dalam menarik kesimpulan. Selain itu, perseteruan ini menunjukkan dampak besar konflik rumah tangga yang melibatkan pihak ketiga, termasuk rumor anak biologis yang memicu adu argumen dan dugaan tes DNA yang tidak dipublikasikan. Ini menambah lapisan kompleks pada hubungan antara individu yang terkait dalam kasus ini. Saya percaya bahwa konflik antara Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru, dan Dhena Devanka ini akan terus menarik perhatian, terutama menjelang dan selama sidang-sidang berjalan. Bagi pembaca yang mengikuti kasus ini, penting untuk melihat dari sisi fakta dan perkembangan hukum secara objektif serta menghindari asumsi yang berlebihan. Semoga proses hukum berjalan adil dan semua pihak mendapatkan kejelasan yang mereka butuhkan.

