Nikita Mirzani & Doktif Bongkar Aib Dhena Devanka Istri Siri Anton Subowo

Polemik panjang yang menyeret nama Dhena Devanka, Anton Subowo, dan Dinna Olivia kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Nikita Mirzani secara terang-terangan menuding Dhena Devanka telah berbohong dan memutarbalikkan fakta terkait hubungannya dengan Anton Subowo.

Perseteruan ini berawal ketika Dhena Devanka membantah tudingan dirinya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Anton dan Dinna. Dalam wawancara yang dikutip dari akun Instagram InsertLive pada Selasa, 3 Oktober 2023, Dhena mengaku sama sekali tidak mengenal Anton Subowo.

Mantan istri Jonathan Frizzy tersebut bahkan menegaskan dirinya tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan Anton.

Namun pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Nikita Mirzani. Dalam siaran langsung media sosial pada Kamis, 12 Oktober 2023, Nikita menyebut Dhena sebagai sosok yang pembohong kepada publik.

Konflik semakin memanas setelah dokter yang juga konten kreatoe dr. Amira Farahnaz alias Doktif ikut angkat bicara.

Dalam siaran langsungnya, Doktif menuding Dhena Devanka sebagai pembohong dan playing victim karena dinilai kerap mengubah narasi terkait hubungan serta status pernikahannya dengan Anton Subowo.

Doktif mempertanyakan konsistensi pernyataan Dhena yang dinilai membingungkan publik.

"Jadi sebenarnya yang benar yang mana? Jangan playing victim, jangan bikin drama baru, cukup sudah bohongnya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Doktif juga menyatakan dirinya akan terus mendukung Dinna Olivia yang dianggap sebagai korban dalam konflik rumah tangga panjang tersebut.

Belakangan, Dhena Devanka akhirnya secara terbuka mengakui bahwa dirinya telah menikah resmi dengan Anton Subowo pada 28 Januari 2023 di KUA Ciracas, Jakarta Timur.

"Saya sudah menikah dengan Mas Anton. Pernikahan kami sah dan tercatat," ujar Dhena kepada awak media.

Pengakuan itu justru memicu gelombang kritik publik. Pasalnya, pada saat pernikahan berlangsung, Anton Subowo masih berstatus suami sah Dinna Olivia.

Perceraian Anton dan Dinna sendiri baru resmi diputus Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 29 Februari 2024, setelah gugatan cerai diajukan Dinna pada 12 April 2023.

Kontroversi semakin membesar setelah muncul kabar bahwa hubungan Dhena dan Anton mendapat restu penuh dari keluarga masing-masing.

Nama Rita Subowo, ibu Anton sekaligus tokoh olahraga nasional, ikut menjadi sorotan. Begitu pula ibu Dhena, Nenny Tjuminawati, yang disebut mendukung hubungan keduanya.

Alih-alih meredam polemik, dukungan keluarga justru memicu kemarahan publik karena dianggap tidak peka terhadap posisi Dinna Olivia yang telah membina rumah tangga selama 16 tahun bersama Anton.

Tak hanya itu, pernikahan Anton dan Dhena juga disebut dihadiri oleh Fitri Salhuteru, yang kini dikenal berada di kubu Dhena dan berseberangan dengan Nikita Mirzani.

Rumah tangga Dinna Olivia dan Anton Subowo memang sudah lama diterpa isu keretakan. Keduanya menikah pada 5 Juni 2008 di New Delhi, India.

Anton sebelumnya diketahui pernah menikah dengan Cut Modilla dan bercerai pada 24 April 2008. Saat itu, nama Dinna Olivia juga sempat diterpa isu orang ketiga.

Namun situasi berbalik tajam ketika pada 24 Desember 2022, Dinna mengaku memergoki Anton bersama Dhena di sebuah rumah kontrakan di kawasan Raffles Hills Cibubur, Depok.

Insiden itu kemudian berkembang menjadi pertengkaran besar, laporan dugaan KDRT, dugaan perzinahan, hingga kasus dugaan perusakan rumah kontrakan.

Dinna bahkan melaporkan dugaan perzinahan ke Polres Depok pada 7 Juni 2023.

Menurut pengakuan Dinna, dirinya telah mencurigai hubungan Anton dan Dhena sejak 2011, jauh sebelum gugatan cerai diajukan.

Ironisnya, setelah penggerebekan tersebut, Dhena justru melaporkan balik Dinna ke Polsek Cimanggis, Depok atas dugaan perusakan rumah kontrakan.

Pada Agustus 2025, Dinna Olivia dan sepupunya, Kiki Jassin, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Perempuan Depok.

#breakingnews #nikitamirzani #doktif #fitrisalhuteru #dhenadevanka

5/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam menyimak perdebatan publik antara Nikita Mirzani, Doktif, dan Dhena Devanka mengenai hubungan dan status pernikahan Dhena dengan Anton Subowo, hal yang menarik untuk dicermati adalah dampak sosial dan psikologis dari konflik tersebut bagi para pihak yang terlibat, terutama Dinna Olivia. Sebagai seseorang yang mengikuti kasus ini, saya melihat bahwa situasi ini bukan hanya soal publik figur dan gosip semata, tetapi juga menggambarkan betapa rumitnya persoalan rumah tangga jika terjadi di ranah publik. Ketika Nikita Mirzani dan Doktif membuka aib, hal itu menimbulkan reaksi beragam, mulai dari dukungan hingga kecaman. Hal ini menimbulkan refleksi tentang batasan antara privasi dan kebutuhan publik untuk mengetahui kebenaran. Selain itu, fakta bahwa Dhena Devanka mengakui pernikahannya secara resmi dengan Anton Subowo sebelum perceraian Anton dan Dinna Olivia tuntas, menimbulkan dilema dalam persepsi masyarakat terhadap legitimasi hubungan tersebut. Ini memperlihatkan pentingnya transparansi dalam hubungan dan konsekuensi hukum yang harus dipenuhi sebelum melangkah ke tahapan pernikahan resmi. Dukungan keluarga besar, seperti dari Rita Subowo dan Nenny Tjuminawati, menciptakan tekanan sosial dan emosional yang lebih besar lagi, memperlihatkan bagaimana lingkungan keluarga bisa menjadi faktor pendukung sekaligus sumber konflik dalam kasus seperti ini. Pengalaman saya dalam mengikuti kasus yang melibatkan publik figur dan isu kekeluargaan serupa menunjukkan bahwa komunikasi yang jujur antar pihak dan pemahaman hukum yang jelas sangat penting. Situasi yang dialami Dinna Olivia sebagai korban yang sudah lama membina rumah tangga, memberi pelajaran tentang bagaimana ketegangan yang berlarut-larut bisa membawa dampak besar bagi kehidupan pribadi dan sosial seseorang. Akhirnya, kasus ini juga membuka diskusi tentang bagaimana media dan influencer seperti Nikita Mirzani dan Doktif mempengaruhi opini publik dan memberikan efek positif maupun negatif pada penyelesaian konflik. Sebagai pembaca, kita juga perlu bijak dalam menyikapi berita dan memposisikan diri agar tidak terjebak dalam polarisasi tanpa memahami fakta secara menyeluruh.