Kalimantan timur
Momen dimana sebelum para perusuh. masuk mahasiswa membubarkan diri dengan
damai saat demo di kantor gubernur kaltim.
Mengalami langsung suasana demo di Kalimantan Timur, khususnya di depan kantor gubernur, memberi banyak pelajaran berharga tentang pentingnya kedamaian dan komunikasi. Dari pengalaman tersebut, saya melihat bahwa meski semangat mahasiswa sangat tinggi untuk menyuarakan aspirasi, mereka tetap menyadari bahwa menjaga ketertiban publik dan keselamatan bersama adalah prioritas utama. Sebelum potensi kerusuhan terjadi, para mahasiswa memilih membubarkan diri dengan tertib dan damai. Hal ini bukan hanya menunjukkan kedewasaan mereka sebagai agen perubahan, tapi juga mencerminkan kesadaran kolektif bahwa tindakan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam suasana seperti ini, peran polisi sebagai pengaman juga sangat penting untuk memastikan aksi berjalan lancar dan aman. Pentingt untuk dicatat, bahwa aksi damai ini membuktikan bahwa perbedaan pendapat dan tuntutan bisa disampaikan tanpa harus bermusuhan atau berkonflik. Prinsip “beda pendapat bukan bermusuhan” sangat relevan diterapkan dalam setiap aksi sosial karena menjaga toleransi dan respek antar pihak akan membangun dialog yang lebih konstruktif. Pengalaman ini sangat menginspirasi, terutama bagi generasi muda yang aktif dalam kegiatan sosial dan politik. Mereka diajarkan bahwa perubahan bisa dimulai dari sikap yang santun dan menghargai proses hukum dan demokrasi. Dengan cara inilah, suara mereka bisa didengar tanpa harus mengorbankan kedamaian dan keamanan masyarakat sekitar. Kesimpulannya, momen damai saat demo di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa aksi protes yang efektif bukan hanya soal suara keras, tapi juga tentang bagaimana mengelola energi dan emosi agar menghasilkan perubahan yang positif dan berkelanjutan.





















