Riau
Terjadi aksi pemukulan yang dilakukan anggota TNI Korem Pekanbaru terhadap personel lalu lintas. Aksi tersebut terjadi lantaran anggota TNI tidak terima diingatkan lantaran tak menggunakan helm dan hampir menabrak pengendara lain karena zig zag di tengah padat nya lalu lintas Kapolres Kota Pekanbaru, Kombes Pol Susanto membenarkan adanya aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang anggota TNI. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB,
Peristiwa tersebut, berawal saat seorang personel lalu lintas Pekanbaru, Bripda Yoga Vernando sedang melaksanakan kegiatan rutin (patroli) di Jalan Jendral Sudirman,"(Kemudian) personel Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm," kata Susanto dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, di Jakarta, Kamis (10/8).
Karena melihat anggota TNI tersebut tidak menggunakan helm dan mengendarai motor zig zag membahayakan pengguna jalan lain lantas Yoga memberhentikannya. Tujuannya untuk mengingatkan anggota TNI itu dengan cara menegurnya.
"Lalu anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjutnya memukul helm Bripda Yoga empat kali," ujarnya.Dengan adanya peristiwa tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan komunikasi dan meminta maaf dengan pihak TNI. Lalu, diketahui bahwa anggota TNI tersebut bernama Wira Sinaga yang berpangkat Serda yang berdinas di Korem Pekanbaru.
Pengalaman saya sering melihat berbagai kejadian serupa di jalan raya, di mana penerapan aturan lalu lintas kerap menjadi tantangan tersendiri. Terutama bagi pengguna kendaraan roda dua yang kadang mengabaikan keselamatan seperti tidak memakai helm atau berkendara zig zag, sehingga membahayakan dirinya dan pengendara lain. Dalam kasus yang terjadi di Pekanbaru ini, terlihat betapa pentingnya sikap saling menghormati antara penegak hukum dan masyarakat, termasuk anggota TNI sekalipun. Teguran dari personel lalu lintas sebenarnya bertujuan untuk menjaga keselamatan bersama, bukan untuk memancing emosi atau tindakan kekerasan. Saya percaya bahwa komunikasi dan pengertian menjadi kunci utama agar insiden kekerasan seperti ini bisa dihindari. Tidak hanya bagi aparat, sebagai pengendara juga penting untuk selalu mematuhi aturan dan tetap tenang saat ditegur. Dengan sikap yang baik dan tertib berlalu lintas, kita semua bisa menjaga keamanan di jalan tanpa harus terjadi konflik. Selain itu, pelatihan dan sosialisasi mengenai tata cara berlalu lintas serta pengendalian emosi bagi seluruh anggota TNI dan Polri sangat diperlukan. Ini membantu meningkatkan profesionalisme dan mencegah kebiasaan buruk yang dapat merugikan institusi dan masyarakat luas. Sebagai pengguna jalan, saya juga mengajak setiap orang untuk menjaga ketertiban dan selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua.










































