BALIKPAPAN - Kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal di Balikpapan yang viral di media Rabu 20 mei 2026 sosial masih terus didalami Polsek Balikpapan Utara.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga dua terduga pelaku merupakan oknum anggota TNI dan penanganannya telah diserahkan ke Pomdam VI/Mulawarman.

Sementara dua pelaku lainnya masih dalam proses penyelidikan.Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol M. Rezsa Aditulloh mengatakan kasus tersebut ditangani berdasarkan laporan polisi LP/B/93/III/2026/SPKT/Polsek Balikpapan Utara/Polresta Balikpapan/Polda Kaltim tertanggal 30 Maret 2026.

Peristiwa dugaan begal itu terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 01.30 Wita di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah.Korban, Yudha Suparmadi (22), warga Baru Ilir, Balikpapan Barat, menjadi korban pengeroyokan saat hendak membeli bahan bakar untuk persiapan kuliah.Berdasarkan laporan korban, peristiwa bermula saat dirinya keluar rumah sekitar pukul 01.10 Wita menuju SPBU Karang Anyar.

Di lampu merah Jalan Jenderal Suprapto, korban melihat dua sepeda motor berboncengan yang menerobos lampu merah.

Saat hendak berbelok menuju SPBU, salah satu motor menutup jalannya dari sisi kiri, sementara pengendara lain dari sisi kanan menarik korban hingga terjatuh.Korban kemudian didatangi tiga orang yang diduga pelaku dan mengalami pemukulan serta tendangan, sedangkan satu orang lainnya menunggu di atas sepeda motor.Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dan menyeberang jalan. Pelaku juga sempat mencoba membawa motor korban namun gagal karena kunci kendaraan masih dipegang korban,Polisi Telusuri Rekaman CCTV

Dalam penyelidikan, polisi telah mengumpulkan barang bukti berupa hasil visum dan foto korban, serta melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Hasil penyelidikan dan pengecekan CCTV, diduga dua pelaku dalam rekaman merupakan anggota TNI berdasarkan identifikasi kendaraan yang digunakan saat kejadian,” kata Rezsa.

Ia menambahkan, kedua oknum TNI tersebut telah diserahkan penanganannya kepada Pomdam VI/Mulawarman.

“Untuk dua orang terduga oknum TNI sudah diserahkan ke Pomdam VI/Mulawarman, sedangkan dua orang lainnya masih dalam proses penyelidikan. kutip dari TRIBUN KALTIM

5/20 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKasus begal yang melibatkan diduga oknum anggota TNI ini memang menjadi perhatian publik karena menghadirkan persepsi kompleks soal keamanan dan integritas aparat. Dari pengalaman pribadi saya tinggal di wilayah yang juga rawan kejahatan jalanan, saya memahami betapa pentingnya peran aparat yang profesional dan transparan untuk menciptakan rasa aman. Polisi Balikpapan Utara melalui Kapolsek Kompol M. Rezsa Aditulloh telah melakukan penyelidikan intensif dengan mengumpulkan barang bukti seperti hasil visum korban, foto, dan rekaman CCTV. Ini merupakan langkah krusial dalam memastikan bahwa proses hukum berjalan adil dan terbuka. Dalam kasus ini, CCTV menjadi alat pembuktian penting yang mampu mengidentifikasi pelaku bahkan dalam situasi yang sulit. Penyerahan kasus kepada Pomdam VI/Mulawarman untuk penanganan dua oknum TNI juga menunjukkan upaya menegakkan disiplin internal militer sekaligus menghormati proses hukum sipil. Hal ini penting supaya tidak ada kesan perlindungan berlebihan pada pelaku bila memang anggota TNI. Sementara itu, polisi masih mendalami dua pelaku lain yang belum teridentifikasi secara lengkap. Berdasarkan laporan korban Yudha Suparmadi, peristiwa terjadi saat ia hendak membeli bensin dini hari. Ini mengingatkan saya pentingnya kewaspadaan saat berkendara terutama di malam hari. Memang kawasan sekitar Jalan Letjen Suprapto itu termasuk padat dan rawan kejahatan. Oleh karena itu, masyarakat juga disarankan agar selalu menghindari berkendara sendirian larut malam dan menggunakan jalur yang lebih aman. Selain meningkatkan pengawasan dan patroli polisi, pemerintah daerah Balikpapan juga perlu mendukung program revitalisasi keamanan melalui keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI dan aparat keamanan lainnya. Menhan Sjafrie pernah menyebutkan tentang batalyon infanteri yang membantu berantas begal dan kriminalitas sehingga turun hingga 50 persen di wilayah tertentu. Hal ini membuktikan bahwa sinergi antara militer dan kepolisian sangat efektif. Dari sudut pandang masyarakat, kepercayaan kepada aparat penegak hukum harus dikawal dengan transparansi dan akuntabilitas. Kasus begal ini menjadi momentum untuk mendorong peningkatan pengawasan dan pembinaan terhadap anggota TNI agar tidak menyalahgunakan kewenangan. Semoga dengan penanganan yang cepat dan tepat, kejadian serupa bisa diminimalisir dan menciptakan lingkungan yang aman bagi semua warga Balikpapan.