Sulawesi tengah kab. Parigi
Desa Pasona Makan durian di kebun diParigi Moutong tampa memberitahui yg punya kebun 5 pelaku diarak keliling kampung dan dibina TNI Hari ini Sabtu 30 Mei 2026 .
Pengalaman ini sangat menarik karena menggambarkan bagaimana aparat keamanan di tingkat desa, seperti Babinsa dan anggota TNI, turut aktif melakukan pembinaan terhadap warga yang melakukan pelanggaran sosial, meskipun masalahnya terkesan sederhana seperti makan durian tanpa izin. Dalam konteks budaya lokal di Sulawesi Tengah, durian adalah buah yang sangat dihargai dan sering menjadi bagian dari tradisi ataupun kebiasaan masyarakat. Namun, makan buah di kebun orang tanpa izin tetap dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak kepemilikan. Dari kasus ini, kita bisa belajar pentingnya etika dan sopan santun dalam berkebun serta menjaga hubungan yang harmonis antarwarga di desa. Tindakan Babinsa yang tidak hanya menegur tapi juga membina para pelaku menunjukkan pendekatan yang humanis dan mendidik daripada sekadar hukuman. Saya pernah melihat situasi serupa ketika ada warga yang mengambil hasil kebun tetangga tanpa izin, dan bagaimana tokoh masyarakat serta aparat desa turun tangan untuk menjembatani permasalahan tersebut. Pendekatan seperti ini membantu mencegah konflik berkepanjangan dan menjaga kedamaian di lingkungan masyarakat. Selain itu, dialog dan pembinaan langsung juga membantu para warga memahami nilai pentingnya menghormati hak milik orang lain, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu meminta izin terlebih dahulu saat ingin mengambil atau menikmati hasil kebun orang lain. Hal unik lainnya yang bisa diambil dari OCR tersebut adalah penggunaan kalimat informal dan nada santai saat pembinaan, misalnya ucapan "Kau rasakan juga manisnya kulit durian" dan "Jangan cuman isinya." Ini cara yang menghangatkan suasana sekaligus menyampaikan pesan agar tidak mengulangi perbuatan yang salah. Pendekatan semacam ini sangat cocok diaplikasikan dalam konteks pembinaan masyarakat di desa-desa di Indonesia.





































