Bali

Beredar video memperlihatkan baling-baling sebuah pesawat diikat cable tie (kabel tis).

Hal ini menimbulkan kekhawatiran seorang bule yang merekam video tersebut.

6/1 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang sering bepergian menggunakan pesawat ringan, saya pernah mendengar berbagai cara teknisi melakukan perawatan dan pengamanan pada komponen pesawat, termasuk baling-baling. Penggunaan cable tie atau kabel tis dalam dunia penerbangan sebenarnya bisa dimengerti jika tujuannya hanya untuk penanganan sementara atau pengikat kecil yang tidak berisiko besar terhadap keselamatan. Namun, melihat video yang beredar di Bali ini memang menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi penumpang dan masyarakat yang awam dengan teknis pesawat. Baling-baling merupakan bagian vital yang harus dalam kondisi sempurna karena fungsinya untuk menghasilkan daya dorong. Menggunakan cable tie secara tidak tepat berpotensi menimbulkan masalah mekanis yang serius. Dalam pengalaman saya, sambil menunggu konfirmasi dari otoritas penerbangan setempat, penting juga untuk memastikan bahwa pesawat yang digunakan telah mendapatkan inspeksi menyeluruh oleh teknisi berlisensi. Otoritas seperti DGCA di Indonesia biasanya memiliki regulasi ketat mengenai standar perawatan pesawat termasuk kriteria penggunaan alat bantu seperti cable tie dalam konteks keamanan. Kekhawatiran wisatawan asing yang merekam video juga menunjukkan bahwa komunikasi dan transparansi dari pihak angkutan udara perlu diperbaiki agar tidak menimbulkan keresahan yang tidak perlu. Apalagi di destinasi wisata seperti Bali, citra keselamatan penerbangan ikut memengaruhi pariwisata. Secara keseluruhan, sebagai pengguna jasa penerbangan, saya menyarankan agar selalu melakukan pengecekan informasi terkait maskapai dan penerbangan, serta memahami prosedur keamanan yang dijalankan. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama dan video viral seperti ini juga jadi pengingat pentingnya pengawasan ketat pada setiap aspek teknis pesawat.